Beritanda.net – Bupati Solok periode 2010–2015 sekaligus tokoh masyarakat, Drs. H. Syamsu Rahim, menyatakan kebanggan atas perkembangan Kabupaten Solok yang terus menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu.
Syamsu Rahim mengajak seluruh generasi penerus untuk menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Ajakan itu disampaikan Syamsu Rahim Ketika didaulat memberi sambutan dihadapan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok dengan agenda memperingati Hari Jadi Kabupaten (HJK) Solok ke 113 tahun 2026, Kamis (9/4/2026) di Arosuka,
Syamsu Rahim lantas menekankan pentingnya pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pemerintahan, ekonomi hingga infrastruktur. Sekaligus mengingatkan pentingnya kekompakan dalam kepemimpinan di semua tingkatan.
“Perlu menghindari turbulensi kepemimpinan antara pimpinan dan wakilnya. Kekompakan adalah kunci keberhasilan pembangunan,” tegasnya.
Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ini, dipimpin Ketua Ivoni Munir didampingi Wakil Ketua Armen Plani dan Mukhlis, juga menampilkan kilas balik perjalanan Kabupaten Solok selama tahun 2025 yang memuat berbagai capaian kinerja pemerintah daerah di berbagai sektor pembangunan.
Mengiringi itu, Ketua DPRD Ivoni Munir menegaskan, peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai momentum refleksi atas perjalanan panjang Kabupaten Solok dalam membangun daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada peringatan HJK Solok ini, hadir Gubernur Sumatera Barat diwakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KKP) Provinsi Sumbar. Syefdinon, Bupati Solok Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Solok H. Candra, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Solok, para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Barat, Bupati Solok periode 2010–2015 Drs. H. Syamsu Rahim, kepala OPD, camat, wali nagari, serta tamu undangan lainnya.

Terhadap Itu, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyampaikan. peringatan Hari Jadi ke-113 Kabupaten Solok tahun ini terasa semakin bermakna karena masih berada dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Momentum ini tidak hanya menjadi simbol kemenangan, tetapi juga mengandung nilai keikhlasan, persatuan, dan pembaruan diri.
Namun demikian, Bupati juga mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini turut diliputi suasana duka akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok. Musibah tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, kebersamaan, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai ujian.
Bupati Solok menegaskan, bahwa tanggal 9 April merupakan tonggak sejarah lahirnya Kabupaten Solok yang telah melalui berbagai fase, mulai dari perjuangan, pembangunan, hingga transformasi. Selama 113 tahun, Kabupaten Solok terus berkembang dengan kekayaan sumber daya alam, adat, budaya, dan nilai kebersamaan sebagai fondasi utama.
Pada peringatan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Solok mengangkat tema “Bekerja, Berkarya, Semakin Berdampak.” Tema tersebut mencerminkan arah pembangunan ke depan, di mana seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bekerja dengan kesungguhan, melahirkan inovasi, serta memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah, serta memohon dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar Kabupaten Solok dapat bangkit lebih cepat pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, serta ucapan terima kasih kepada Drs. H. Syamsu Rahim atas dedikasi dan inspirasinya selama memimpin Kabupaten Solok periode 2010–2015.
Jon Firman Pandu serta merta mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-113 ini sebagai momentum untuk bekerja lebih keras, berkarya lebih cerdas, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kemajuan Kabupaten Solok.
Menyemangati itu, Gubernur Sumatera Barat diwakili Kadis KKP Syefdinon, menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Kabupaten Solok, khususnya di sektor pertanian sebagai salah satu lumbung pangan di Sumatera Barat.
Syefdinon juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga untuk terus mendukung pembangunan di Kabupaten Solok, terutama dalam percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.
“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun daerah,”kata Syefdinon.
(Ismardi)







