Beritanda.net – Sejak dilanda galodo akhir November 2025 hingga Januari 2026 ini, intensitas curah hujan masih tinggi. Pengaruh cuaca itu mendorong debit air menjadi besar, hhingga meluber ke jalan di Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh Malao Kecamatan Batipuh Selatan.
Menyikapi itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengaku, pihaknya sudah melaporkan ke Dandim 0307 Tanah Datar dan diteruskan ke Korem, dengan harapan Pangdam bisa membantu masyarakat untuk membangun jembatan aramko di Jorong Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh Malalo.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Eka Putra ketika mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bersama Gubernur Sumatera Barat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara virtual di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Senin (5/01/2026) malam.
Pada kesempatan, Bupati Eka Putra juga melaporkan kepada Gubernur tentang lahan pertanian warga yang terdampak, seperti sawah lebih kurang 500 hektar. Untuk rehabilitasi lahan sudah diajukan ke Kementerian Pertanian RI.
“Kami mohon Pemprov Sumbar ikut mengawal agar permohonan ini cepat terealisasi.”papar Eka Putra.
Terkait pembangunan sabodam di Tanah Datar, kata Bupati Eka Putra, direncanakan akan segera dibangun tahun 2026 ini sebanyak 4 sabodam.
Tak alpa, Bupati Eka Putra sekaligus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu recovery pasca bencana dan upaya percepatan pemulihan pasca bencana, terutama pada masa tanggap darurat, semua unsur bersama-sama berjibaku melakukan recovery pasca bencana.

Terhadap itu, Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, terkait data R3P seperti lahan pertanian, jalan, jembatan dan ekonomi masyarakat sudah tercantum dalam R3P.
“Kita mohon kepada Bupati dan Wali Kota agar data yang terdampak tidak ada satupun yang tertinggal,”jelasnya.
Gubernur Mahyeldi serta-merta mengapresiasi Bupati Tanah Datar yang juga berkomunikasi langsung dengan Kementerian terkait.
Gubernur berharap, Bupati dan Wali Kota yang lain juga dapat berkomunikasi dengan Kementerian dengan data yang lebih komprehensif, sehingga penanganan dampak dari bencana lebih cepat.
Terkait infrastruktur jembatan, ulas Gubernur Sumbar, yang diusulkan Bupati dan Wali Kota, baik upaya penanganan jangka pendek maupun jangka panjang, diharapkan Balai Wilayah Sungai Lima, lebih masif lagi berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten dan Kota yang terdampak.
“Mana sungai-sungai yang belum tertangani, harus segera diatasi, seperti laporan dari Kepala Balai ada 50 sungai yang akan di suplai alat berat lagi, dan itu dipastikan alat berat ada disana, baik alat yang dari provinsi, dari kabupaten dan kota maupun dukungan dari Balai,”ujar Gubernur Mahyeldi.
Gubernur Mahyeldi juga sampaikan rencana pembangunan cekdam ataupun sabodam, memang perlu kajian yang lebih mendalam dan itu segera dengan standar yang tinggi, sehingga benar-benar dapat mengatasi material banjir bandang yang akan menimbulkan bencana lebih luas.
Pada kesempatan FGD itu, ikut hadir Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Asisten Setda Tanah Datar, Kepala OPD, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han, mewakili Kapolres Tanah Datar, mewakili Kapolres Padang Panjang, mewakili Kajari dan Pengadilan Negeri Tanah Datar serta tamu undangan lainya.
(Reyhan)







