Beritanda.net – Akibat curah hujan tinggi, wilayah Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (17/3/2026), dilanda banjir besar.
Guna memastikan keamanan warga terdampak, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K, M.A.P, bersama anggota terjun ke lokasi banjir menyisir titik rawan bencana.
Dalam kunjungan itu, Kapolres Dharmasraya bersama anggota menyambangi titik banjir yang terjadi pada Jorong Marga Jaya, Gunung Talang, Marga Makmur II, Marga Makmur III, Sakato, dan Sakato II.
Banjir dadakan yang mengancam 6 jorong di nagari Taratak Tinggi, Timpeh, terjadi akibat derasnya hujan melanda wilayah Dharmasraya sejak malam hingga siang hari, hingga memicu meluapnya sungai batang Timpeh.
Sekurangnya sebanyak 160 rumah dengan penghuni 194 Kepala Keluarga (KK), atau 556 jiwa warga terdampak banjir bandang tersebut.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Air juga sudah mulai surut. Semoga banjir ini, cepat berlalu”, sebut Kapolres Dharmasraya.

Atas peristiwa itu, AKBP Kartyana menghimbau kepada seluruh warga Dharmasraya, terutama berada di sepanjang aliran sungai. agar tetap waspada. Apabila terlihat ciri-ciri banjir akan datang, segera mengambil inisiatif untuk membawa keluarga mengungsi ke tempat lebih tinggi. Serta menghubungi pihak Polres Dharmasraya, atau Pemerintah Daerah agar pertolongan cepat datang.
Terhadap banjir yang melanda nagari Taratak Tinggi ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa. Kerugian materil belum bisa di prediksi.
Menyikapi musibah ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya dipimpin Sekretaris Daerah, Jasman bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan anggota juga telah turun ke lokasi terdampak.
Sementara itu, Wali Nagari Taratak Tinggi, Debita Dani Sumarja, A. Md yang dihubungi media ini melalui pesan Watsapp menjelaskan, rumah warga paling banyak terendam banjir berada di Jorong Gunung Talang sebanyak 58 unit, penduduk terdampak sebanyak 185 jiwa . Sementara di Jorong Marga Jaya sebanyak 32 unit rumah, dan warga terdampak sebanyak 136 jiwa.
Selanjutnya, Jorong Sakato sebanyak 31 unit rumah, warga terdampak sebanyak 89 jiwa, Jorong Marga Makmur II, sebanyak 21 Unit rumah, warga terdampak 81 jiwa. Sedangkan Jorong Marga Makmur III, sebanyak 9 unit rumah, warga terdampak 40 jiwa, dan Jorong Sakato II, 9 Unit rumah, dengan warga terdampak sebanyak 25 jiwa.
(Afriza Dedek)







