Beritanda.net – Menandai peletakan batu pertama perbaikan Jembatan Balai Lalang yang rusak parah akibat terjangan banjir, Konten kreator nasional Willie Salim menggelar buka puasa bersama warga terdampak banjir dan galodo di Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumbar, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Ustadz kondang Deri Sulaiman, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Ismael Koto, SH, mantan Walikota Solok dua periode H. Zul Elfian, SH, M.Si, tokoh masyarakat Beni Sanjaya yang akrab disapa Buya Beni, sejumlah tokoh masyarakat dan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta tokoh pemuda setempat.

Peletakan batu pertama Jembatan Balai Lalang menjadi simbol dimulainya pembangunan kembali akses vital masyarakat yang sebelumnya lumpuh akibat bencana. Jembatan tersebut merupakan jalur penting penghubung mobilitas warga yang mengalami kerusakan berat pascabanjir dan galodo yang melanda Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Solok dan Nagari Saniangbaka.
Mengiringi itu, Willie Salim menegaskan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap musibah yang menimpa masyarakat. Ia berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga perekonomian dan aktivitas warga kembali berjalan normal.
“Semoga ini menjadi awal kebangkitan bagi masyarakat Saniangbaka. Kita ingin bukan hanya memperbaiki jembatan, tetapi juga membangkitkan semangat dan harapan,” ujarnya.

Terhadap itu, Ismael Koto menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Senada, Buya Beni menaruh harapan, kolaborasi sosial seperti ini terus berlanjut demi kepentingan masyarakat luas. Acara ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa.
Momentum tersebut menjadi simbol kuat bahwa di tengah musibah, solidaritas dan kepedulian tetap hadir untuk membantu masyarakat bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
(*/Melatisan)







