Beritanda.net– Di tengah upaya masyarakat Kabupaten Solok bangkit dari bencana, perhatian pemerintah kembali hadir. Kepedulian itu diwujudkan melalui penyaluran bantuan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) senilai Rp358,86 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak bencana.
Bantuan diserahkan langsung Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu, didampingi Wakil Bupati H. Candra, di Posko Utama Kabupaten Solok, Rabu (7/10/2026) di Arosuka.
Kehadiran Menteri Sosial bersama jajaran tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang tengah menghadapi dampak bencana.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas kehadiran Menteri Sosial beserta jajaran. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat yang sedang berupaya memulihkan kehidupan setelah bencana.
“Kehadiran pemerintah pusat membawa kesejukan dan semangat bagi masyarakat Kabupaten Solok yang sedang menghadapi dampak bencana,” ujar Jon Firman Pandu.
Ia menjelaskan, tingginya curah hujan yang terjadi pada September lalu memberikan dampak cukup besar terhadap masyarakat. Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka maupun meninggal dunia, tetapi juga sempat mengganggu aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pada saat itu daerah perkantoran kita juga sempat lumpuh. Namun, Solok adalah daerah yang selalu mengedepankan kebersamaan. Kita bersama-sama menghadapi kondisi ini dan berupaya bangkit menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut Bupati, penanganan bencana dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, BNPB, BPBD, serta berbagai unsur lainnya.
Pemerintah Kabupaten Solok bahkan memperpanjang masa tanggap darurat selama tujuh hari guna memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara optimal.
Dukungan pun terus berdatangan, baik dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun berbagai pihak lainnya. Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat berdasarkan hasil pendataan dan kebutuhan di lapangan.
“Percepatan dan dana yang kita dapatkan sudah kita salurkan kepada masyarakat yang terdampak. Sesuai dengan target kita, mudah-mudahan seluruhnya dapat terealisasi dengan segera,” ungkapnya.
Jon Firman Pandu juga mengapresiasi perhatian Menteri Sosial terhadap masyarakat Kabupaten Solok, termasuk dukungan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat.
Ia berharap program tersebut dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri. Inilah anak-anak Sekolah Rakyat kita. Harapan kita, anak-anak Solok tidak ada lagi yang tidak sekolah,” ujarnya.

Utamakan Keselamatan Warga
Sementara itu, Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf menegaskan bahwa dalam menghadapi bencana, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan keluarga yang terdampak segera mendapatkan pertolongan serta kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
“Saya sudah mendengarkan laporan dari Bapak Bupati. Yang pertama harus dilakukan adalah menyelamatkan keluarga-keluarga yang terdampak. Dapur umum juga sangat penting di posko,” kata Syaifullah Yusuf.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BPBD dan seluruh unsur terkait dalam penanganan hingga pemulihan pascabencana.
Pendataan masyarakat terdampak, katanya, juga harus dilakukan secara akurat. Data tersebut menjadi dasar agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Menteri Sosial meminta Bupati Solok bersama Forkopimda terus memastikan proses pendataan berjalan dengan baik sehingga tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat dari perhatian pemerintah.
Kementerian Sosial, lanjutnya, memberikan dukungan untuk kebutuhan pemulihan masyarakat, termasuk bantuan dukungan ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta, sesuai ketentuan dan hasil pendataan.

Selain bantuan dari Kemensos, dukungan juga disalurkan melalui BNPB.
“Kalau masih ada yang belum mendapatkan bantuan, mohon bersabar karena semuanya berproses. Yang terdata akan mendapatkan bantuan sesuai dengan kepentingannya. Jangan sampai bantuan yang seharusnya untuk masyarakat terdampak justru digunakan untuk kepentingan lain,” tegasnya.
Syaifullah Yusuf mengatakan, bantuan yang disalurkan pemerintah merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupannya.
“Setiap bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah atau dari instansi mana pun merupakan bagian dari instruksi Bapak Presiden. Ini adalah tugas dan amanah yang harus kita jalankan bersama,” katanya.
Pada kesempatan itu, Menteri Sosial juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana di Kabupaten Solok.
Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja dalam penanganan bencana, termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Selain persoalan kebencanaan, Syaifullah Yusuf juga menyampaikan mengenai program Sekolah Rakyat yang diikuti anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun anak-anak yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.
“Anak-anak ini adalah generasi emas yang harus kita jaga dan berikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Setentang bantuan sebesar Rp358,86 Juta itu, diperuntukan sebagai santunan bagi ahli waris untuk dua jiwa sebesar Rp30 juta, bantuan korban luka berat dua orang sebesar Rp10 juta, bantuan bagi 14 jiwa korban luka ringan sebesar Rp35 juta, bantuan logistik penanganan bencana sebesar Rp203.852.860, serta bantuan sembako sebanyak 200 paket senilai Rp49,9 juta.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan setelah bencana.
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BNPB, BPBD, Forkopimda serta seluruh unsur masyarakat.
Di tengah situasi pascabencana, kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan penting. Pemerintah memastikan masyarakat yang terdampak tidak berjalan sendiri, sementara proses penanganan dan pemulihan terus diupayakan agar kehidupan warga dapat kembali pulih secara bertahap. (rusmel)







