Beritanda.net – Di tengah hamparan sawah yang menjadi salah satu denyut kehidupan masyarakat Kota Solok, langkah menuju pertanian modern mulai ditanamkan. Bukan hanya benih yang disiapkan untuk tumbuh, tetapi juga teknologi yang diharapkan mampu membawa hasil pertanian ke tingkat yang lebih tinggi.
Hal itu terlihat saat Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, turun langsung ke hamparan sawah Solok, Kamis (3/9/2026), menghadiri penerapan PM AAS (Pertanian Modern Advanced Agricultural System) yang digelar Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat.
Penerapan sistem pertanian modern tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat perluasan dan peningkatan produksi pertanian melalui pemanfaatan teknologi.
Bagi pemerintah daerah, modernisasi bukan sekadar menghadirkan peralatan atau metode baru ke tengah lahan pertanian. Lebih jauh, langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan petani terhadap sistem kerja yang lebih efisien, produktif, dan mampu meningkatkan hasil.

Wali Kota Ramadhani menyambut baik penerapan PM AAS di Kota Solok. Pemerintah daerah terus mendorong hadirnya berbagai inovasi di sektor pertanian, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pertanian.
Sebab, di balik hamparan sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat, tersimpan tantangan untuk terus meningkatkan produktivitas di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan kebutuhan pangan.
Karena itu, penerapan pertanian modern diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan percontohan. Teknologi diharapkan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh petani, mulai dari efisiensi proses budidaya hingga peningkatan hasil produksi.
Pemerintah Kota Solok berharap langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan berdaya saing.
Dengan teknologi, inovasi, dan kolaborasi yang terus diperkuat, hamparan sawah Solok diharapkan tak hanya tetap menjadi sumber pangan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi kesejahteraan petani dan perekonomian masyarakat.
(Irman Kuto)






