Beritanda.net – Gerakan Pramuka dituntut tidak lagi sekadar menjadi wadah pembentukan karakter dan kedisiplinan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, hingga tantangan ketahanan pangan, Pramuka harus mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, terampil, mandiri dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Solok Selatan H. Khairunas saat memberikan sambutan pada HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Padang Aro, Sabtu(15/8/2026).
Menurut Khairunas, perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan generasi muda. Namun, kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan karakter yang kuat agar pemanfaatannya memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan,” ujar Khairunas.
Ia mengatakan, generasi muda saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Selain perkembangan kecerdasan buatan, terdapat persoalan perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, serta berbagai masalah sosial seperti penyalahgunaan narkoba, perundungan, penyebaran hoaks dan perjudian daring.
Karena itu, pendidikan kepramukaan juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Khairunas menilai konsep learning by doing atau belajar sambil melakukan perlu dikembangkan menjadi learning, creating and solving, yakni belajar, mencipta dan menyelesaikan persoalan nyata.
“Pramuka harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Khairunas menilai tema Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-XII Tahun 2026, “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, sangat relevan dengan tantangan bangsa saat ini.
Menurutnya, swasembada pangan tidak semata-mata berbicara mengenai sektor pertanian. Upaya tersebut juga membutuhkan keterampilan, pemanfaatan teknologi, kewirausahaan serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Untuk itu, ia mendorong anggota Pramuka mengenali sekaligus mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimiliki daerah, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan hingga perkebunan. Potensi tersebut, katanya, dapat dikembangkan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
“Kita ingin setiap Pramuka memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan dan keberanian untuk mencoba,” katanya.
Khairunas optimistis gerakan Pramuka mampu menjadi salah satu wadah penting dalam menyiapkan generasi masa depan. Dari generasi Pramuka saat ini, diharapkan lahir petani dan inovator pangan, ilmuwan, teknolog, wirausahawan hingga pemimpin bangsa yang berkarakter dan berintegritas.
Ia pun mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dalam pembinaan generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk mewujudkan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, produktif dan siap menghadapi berbagai tantangan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
(Irman Kuto/*)







