22:31 | 2 August 2026
beritanda
No Result
View All Result
  • Login
  • Hukrim
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Olahraga
  • Sosok
  • Loker
beritanda
No Result
View All Result
beritanda
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Mauluan Bogheh di Aua Kuniang, Saat Tradisi Lama Kembali Menyapa Generasi Muda Payakumbuh

redaktur by redaktur
2 August 2026 | 20:44
in Sosial Budaya
0
Tradisi Mauluan Bogheh

Tradisi Mauluan Bogheh di Aua Kuniang Kota Payakumbuh

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritanda.net – Di tengah derasnya perubahan zaman, halaman Balai Adat Nagari Aua Kuniang, Kota Payakumbuh, Ahad (2/8/2026), seolah menjadi ruang untuk kembali menengok ke masa lalu.

Bukan sekadar mengenang bagaimana orang-orang terdahulu menjalani kehidupan, tetapi menyaksikan bagaimana sebuah tradisi masih dirawat, dihidupkan, dan diperkenalkan kembali kepada generasi yang akan meneruskannya.

Baca Juga

HIPSI Sumatera Utara

HIPSI Sumut Perkuat Komitmen Jaga Marwah Pers, Dodi Rikardo Sembiring: Wartawan Harus Tetap Independen

2 August 2026
Kapolres Payakumbuh

Serimoni Pisah Sambut Kapolres Payakumbuh Berlangsung Hangat, Walikota Zulmaeta Harapkan Kolaborasi Makin Solid

31 July 2026

Di tempat itu, tradisi Mauluan Bogheh kembali diangkat melalui program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari yang digagas Pemerintah Kota Payakumbuh.

Mauluan Bogheh, atau dikenal pula sebagai Mahantaan Marapulai, bukan sekadar prosesi dalam rangkaian pesta perkawinan. Di baliknya tersimpan pesan tentang keluarga, kebersamaan, penghormatan, serta doa yang mengiringi langkah seorang laki-laki memasuki kehidupan baru bersama anak daro.

Tradisi itu menggambarkan bagaimana seorang marapulai tidak datang seorang diri. Ia diantarkan keluarga besarnya menuju rumah anak daro. Ada kebersamaan yang dibawa, ada restu yang disampaikan, sekaligus ada harapan agar rumah tangga yang baru dibangun mendapat keberkahan.

Terhadap itu, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo menjelaskan, Mauluan Bogheh merupakan prosesi adat yang dilaksanakan setelah akad nikah sebagai bagian dari rangkaian pesta perkawinan di pihak mempelai perempuan.

“Tradisi Mauluan Bogheh mengandung makna bahwa marapulai tidak datang sendiri, melainkan diantarkan oleh keluarga besarnya sebagai simbol doa, restu, dan kebersamaan dalam membangun rumah tangga yang baru,” ujarnya.

Bukan Sekadar Seremoni

Di Aua Kuniang, tradisi itu tidak ditempatkan sekadar sebagai pertunjukan budaya. Lebih jauh, Mauluan Bogheh menjadi pintu masuk untuk kembali memahami nilai-nilai yang hidup dalam adat Minangkabau.

Itulah yang ingin dibangkitkan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari.

Menyambut itu, Wakil Walikota Payakumbuh,  Elzadaswarman, menilai adat dan tradisi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang tidak boleh terputus oleh perubahan zaman.

“Pelestarian adat dan tradisi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Payakumbuh memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perkembangan peradaban Minangkabau sehingga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur harus tetap kita jaga,” katanya.

Bagi Elzadaswarman, yang akrab disapa Om Zet, adat bukan sesuatu yang hanya pantas disimpan dalam cerita masa lalu. Adat harus tetap hadir dalam kehidupan masyarakat dan dipahami oleh generasi muda.

Terlebih, Minangkabau memiliki falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang menjadi salah satu fondasi kehidupan masyarakat.

Nilai tersebut, menurutnya, tetap relevan untuk menjadi pedoman masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin terbuka.

Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), khususnya bidang kebudayaan, terus memfasilitasi kegiatan penguatan adat di berbagai kanagarian.

Di tengah arus globalisasi, perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, warisan budaya menghadapi tantangan untuk tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda.

“Penguatan adat dan tradisi merupakan investasi sosial untuk menjaga jati diri masyarakat sekaligus memastikan kearifan lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman,” kata Elzadaswarman.

Ketika Generasi Bertemu dalam Adat

Ada hal lain yang menjadi penting dari program tersebut: siapa yang dilibatkan.

Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari tidak hanya menjadi ruang bagi niniak mamak untuk berbicara tentang adat. Di dalamnya ada bundo kanduang, rang mudo hingga puti bungsu.

Pertemuan lintas generasi itu menjadi bagian penting dari proses pewarisan pengetahuan adat.

Sebab, sebuah tradisi tidak akan bertahan hanya karena pernah dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Ia akan tetap hidup apabila generasi berikutnya memahami makna, nilai, dan alasan mengapa tradisi tersebut harus dipertahankan.

Di situlah Mauluan Bogheh mendapatkan makna yang lebih luas.

Prosesi mengantarkan marapulai bukan hanya tentang perjalanan dari satu rumah menuju rumah lainnya. Ia merupakan gambaran tentang bagaimana keluarga dan masyarakat hadir dalam sebuah fase penting kehidupan seseorang.

Ada nilai gotong royong. Ada penghormatan. Ada kebersamaan. Ada doa dari keluarga besar. Dan ada pesan bahwa membangun rumah tangga bukan semata-mata urusan dua orang, tetapi juga bagian dari ikatan sosial dan kekeluargaan.

Nilai-nilai semacam itulah yang hendak terus dirawat agar tidak hilang ditelan zaman.

“Pelestarian adat di setiap kanagarian merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan budaya sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi pengaruh negatif globalisasi,” ujar Elzadaswarman.

Ia mengingatkan, ukuran kemajuan sebuah daerah tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik yang berdiri kokoh atau infrastruktur yang terus bertambah.

Ada ukuran lain yang tak kalah penting: seberapa kuat masyarakat menjaga jati dirinya.

“Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kemampuannya mempertahankan dan mengamalkan adat serta tradisi yang dimiliki,” katanya.

Menjaga yang Lama, Menyambut yang Baru

Di Aua Kuniang, Mauluan Bogheh menjadi salah satu contoh bahwa tradisi lama tidak selalu harus berhadapan dengan zaman baru.

Justru, tradisi dapat menjadi jembatan.

Ia menghubungkan generasi terdahulu dengan generasi hari ini. Mengajarkan bahwa di balik sebuah prosesi adat terdapat nilai yang jauh lebih dalam daripada sekadar rangkaian seremoni.

Karena itu, Pemko Payakumbuh memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menjaga kegiatan tersebut, mulai dari Disparpora, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang, KAN, hingga rang mudo dan puti bungsu.

Sebab, menjaga adat pada akhirnya bukan pekerjaan satu lembaga atau pemerintah semata.

Ia membutuhkan tangan banyak orang dan keterlibatan banyak generasi.

Dan di Aua Kuniang, Mauluan Bogheh kembali mengingatkan satu hal sederhana: sebuah tradisi akan tetap hidup selama masih ada yang mau menjalankannya, memahami maknanya, dan mewariskannya.

Di sanalah adat tidak sekadar menjadi cerita tentang masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan hari ini dan bekal bagi generasi yang akan datang.

(Diko Rahmat)

Tags: Aua KuniangMenyapa Generasi MudaPayakumbuhTradisi LamaTradisi Mauluan Bogheh
SendShareTweet

BeritaTerkait

HIPSI Sumatera Utara

HIPSI Sumut Perkuat Komitmen Jaga Marwah Pers, Dodi Rikardo Sembiring: Wartawan Harus Tetap Independen

2 August 2026
Kapolres Payakumbuh

Serimoni Pisah Sambut Kapolres Payakumbuh Berlangsung Hangat, Walikota Zulmaeta Harapkan Kolaborasi Makin Solid

31 July 2026

Lantik Pengurus Saka Rintisan Yogaswara KPU Tanah Datar, Wabup Ahmad Fadly Harapkan Menjadi Penguat Pendidikan Demokrasi 

30 July 2026

Merawat Warisan Budaya Minangkabau, Para Pandeka Ramaikan Balerong Silek Tuo di Selayo

27 July 2026

Milad ke-1 IKTD Kabupaten Tegal, Eka Putra Sebut Perantau Miliki Peran Strategis dalam Pembangunan Tanah Datar

27 July 2026

Jambore Kader PKK Berprestasi Kabupaten Dharmasraya “Dikuasai” Kecamatan Pulau Punjung

26 July 2026

POPULAR

Solok Arena Mini Soccer

Sinergi Solok Raya, Bupati Jon Firman Pandu Dampingi Wako Solok Resmikan Solok Arena Mini Soccer

1 August 2026
Revitalisasi Sekolah

Revitalisasi SMPN 1 Kubung Telan Biaya Rp 3 Miliar, Yulida Nora Ungkap Rasa Syukur Telah Terjadi Perubahan Besar

1 August 2026
Pelantikan

Pemkab Tanah Datar Lakukan Penyegaran Organisasi dengan Mengisi 13 Jabatan Kosong

30 July 2026
TK Negeri 1 Kubung

Progres Pengerjaan Sudah 60 Persen, Revitalisasi TK Negeri 1 Kubung Serap Anggaran Rp 1.2 Miliar

1 August 2026
Lepas Siswa

Diiringi Haru Biru Hati Orang Tua,  61 Siswa SRMP 5 Solok Dilepas Menuju SRT 3 Dharmasraya

1 August 2026

About

Beritanda.net merupakan media online yang lahir dan dibesarkan oleh kami yang sejak awal berkerja sebagai Jurnalis dibawah kendali perusahan PT. Beritanda1 Media Siber.

Follow us

Categories

  • Agama
  • Blog
  • Daerah
  • Entertaimen
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Loker
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
  • Sosok
  • WEBTORIAL

Recent Posts

  • Mauluan Bogheh di Aua Kuniang, Saat Tradisi Lama Kembali Menyapa Generasi Muda Payakumbuh
  • Polres Solok Tangkap Seorang Sopir di Saok Laweh, Diduga Bawa Sabu dalam Kotak Rokok
  • HIPSI Sumut Perkuat Komitmen Jaga Marwah Pers, Dodi Rikardo Sembiring: Wartawan Harus Tetap Independen
  • Sinergi Solok Raya, Bupati Jon Firman Pandu Dampingi Wako Solok Resmikan Solok Arena Mini Soccer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Copyright 2026 beritanda.net - All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Hukrim
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Olahraga
  • Sosok
  • Loker

Copyright 2026 beritanda.net - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In