Beritanda.net – Mengiringi pengukuhan Pengurus Sarumpun Kerapatan Adat Nagari Luhak Nan Tuo (Sakato) Kabupaten Tanah Datar Periode 2026-2029, Wakil Bupati (Wabup) Ahmad Fadly mengingatkan, pengurus wajib berkata benar, menempuh jalan lurus, memelihara anak kemenakan, menjaga harta pusaka dan menjaga persatuan kesatuan.
“Sakato Kabupaten Tanah Datar merupakan satu-satunya organisasi kemasyarakatan hukum adat Minangkabau, karena itu kami berharap Sakato bersinergi dan mendukung program dan misi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar,” ujar Wabup Ahmad Fadly, Kamis (9/7/2026) di Balerong Sari Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan.

Kata Wabup Ahmad Fadly, sebagai niniak mamak pemangku adat, tugas berat menanti seluruh pengurus Sakato selaras dengan sumpah yang telah diikrarkan.
“Pengurus Sakato harus bisa menegakkan adat dalam kehidupan sehari-hari, membangun kembali gelar-gelar sako, apabila gelar kebesaran ninik mamak bangkitkan kembali maka peran ninik mamak juga akan semakin meningkat dengan sendirinya,” pesan Ahmad Fadly.
Wabup Tanah Datar menyampaikan, Sakato diharapkan juga berperan dalam mengantisipasi permasalahan tanah ulayat, kenakalan remaja dan permasalahan LGBT.
“Khusus LGBT ini, merupakan penyakit masyarakat yang juga dilaknat Allah. Pemkab bersama Polres, LKAAM, MUI, DPRD Tanah Datar dan pihak terkait lainnya sudah menentukan sikap memerangi penyimpangan ini. Kita berharap Sakato juga berperan aktif, terutama mengingatkan dan menjaga anak kemenakan dari perilaku menyimpang,” harapnya.

Terhadap itu, Ketua pelaksana Ismal Dt. Palindih menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wabup Tanah Datar bersama OPD terkait dalam agenda pengukuhan pengurus Sakato Periode 2026-2029.
“Terima kasih atas kehadiran pak Wabup dan rombongan, terima kasih juga atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LKAAM Tanah Datar, Aresno Dt Andomo menyampaikan, Sakato merupakan organisasi yang menghimpun seluruh KAN di Kabupaten Tanah Datar harus mampu berperan sebagaimana fungsinya.
“Sakato menjadi wadah koordinasi ninik mamak, diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan di tingkat KAN terlebih dulu. Kemudian juga berperan aktif memelihara dan mewariskan nilai luhur adat Minangkabau ke anak cucu generasi mendatang,” paparnya.
Turut menghadiri pengukuhan pengurus Sakato ini, Kadis Parpora In Hendri Abbas, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Alfi Hidayati, Sekdis PMDPPKB Arif Gani, Camat Pariangan, Wali Nagari Tabek dan undangan lainnya.
(Irfan)







