Beritanda.net – Genjot pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memperkuat komitmen dengan melakukan Pelatihan Pengolahan Makanan Tahun 2026 .
Pelatihan Pengolahan Makanan sendiri diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman dengan tema “Peningkatan Keterampilan Pengolahan Makanan sebagai Upaya Mendorong Tumbuhnya Usaha Mikro yang Produktif, Inovatif, dan Berkelanjutan”, Senin dan Selasa (8-9/2026) di Gedung KPN Kesehatan, Lubuk Sikaping.
Puluhan pelaku usaha mikro dari berbagai nagari di Kecamatan Lubuk Sikaping, antusias mengikuti pelatihan Angkatan I ini, sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi praktik pengolahan berbagai produk makanan yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang menjanjikan. Tidak hanya dibekali keterampilan teknis, peserta juga diberikan pemahaman mengenai inovasi produk, peningkatan kualitas, serta peluang pengembangan usaha agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Program ini sejalan dengan Visi Kabupaten Pasaman, yaitu “Terwujudnya Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkeadilan.” Melalui penguatan kapasitas UMKM, pemerintah daerah berupaya menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat hingga ke tingkat nagari.
Pelatihan ini juga mendukung beberapa misi pembangunan daerah, khususnya Misi ke-3, Mewujudkan Nagari yang Berdaya Saing, Misi ke-5, Mewujudkan Pengentasan Kemiskinan Melalui Ekonomi Kerakyatan yang Tangguh, serta Misi ke-6, Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter dan Inovatif. Dengan keterampilan dan inovasi yang terus berkembang, pelaku usaha mikro diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru di lingkungan sekitarnya.
Salah seorang peserta, Nurhayenti, mengakui pelatihan memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan kemampuan usahanya.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang bisa langsung diterapkan dalam usaha. Selain itu, kami juga termotivasi untuk terus berinovasi sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Nurhayenti.
Nurhayenti juga berharap, pemerintah daerah dapat terus melaksanakan pelatihan serupa secara berkelanjutan, disertai dukungan terhadap kebutuhan sarana dan peralatan produksi yang masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku usaha mikro.
(M. A)






