Beritanda.net – Rambut panjang dikucir licin kebelakang, sangat kuat untuk menyempurnakan penyamarannya sebagai seorang indenpenden dengan body tinggi untuk ukuran rata-rata orang Padang. Kalaupun sekali waktu ia tampak tampil necis dengan stelan sepatu sporty, tapi orang masih terkicuh dan tak mengira jika pria berperawakan humanis itu adalah seorang anggota Polisi.
Justru dengan dandanan yang sengaja di buat apa adanya itu, memudahkan dirinya untuk “masuk” ke semua lini dan lapisan masyarakat dalam misi penyamaran untuk mengungkap kasus-kasus kriminal di kota Padang.
Maka, jika sekali waktu atau secara kebetulan berjumpa orang semacam ini, jangan anggap preman benaran. Dia adalah Aiptu David Rico Dermawan, atau lebih familiar dengan panggilan “David Wewe”.
Benar! Aiptu David Rico Dermawan bukan sekadar anggota polisi kantoran. Kendati memegang kendali sebagai Kasubnit II Unit VI Satreskrim, ia sekaligus Kepala Tim Klewang Opsnal Satreskrim Polresta Padang. Hingga kini, ia telah menjelma sebagai ikon polisi lapangan yang alergi terhadap aksi kriminal. Bahkan satu hal yang menonjol dalam kesehariannya, adalah soal kedekatannya dengan Masyarakat. Ketal!
Tersebab popularitas yang diam-diam tumbuh dari kombinasi operasi lapangan yang dikombinasikan dengan strategi penyamaran yang tidak terduga, membuat gaya “premannya” mampu mengupgrade citra polisi menjadi positif dan responsive.
Serangkaian aksi undercaver tim Klewang yang tergambar dalam video yang diunggah dalam platform media sosial, bahkan mampu menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian yang tengah mengalami degradasi. Figur David Wewe hadir sebagai pembeda, prototipe polisi yang responsive, aktif dan gercep di tengah masyarakat.
Kelaluannya, fenomena heroisme David Wewe bersama tim klewang-nya, telah menggiring dirinya sebagai nominasi tiga besar kategori Polisi Berdedikasi penerima Hoegeng Awards 2026.
Tidak perlu benar mencari makna Klewang secara harfiah. Jauh lebih menarik mengulik siapa sih “preman” Polresta Padang itu?
David Rico Dermawan mengawali kariernya sebagai anggota polisi di Sabhara Polda Sumatera Barat tahun 2000 lalu. Cuma setahun di Polda Sumbar, ia dipindah ke Satreskrim Kepulauan Mentawai dan kembali tahun 2026 untuk masuk di Satreskrim Polresta Padang.
Lingkungan reserse kriminal terus membentuk reputasinya sebagai polisi lapangan yang identik dengan pemburuan pelaku kriminal jalanan, residivis, hingga buronan kasus kekerasan. Hingga kini, ia menjabat sebagai Kasubnit II Unit VI Satreskrim sekaligus Kepala Tim Klewang Opsnal Satreskrim Polresta Padang.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, Tim Klewang bukan unit asing. Nama mereka berkali-kali muncul dalam operasi penangkapan yang viral di media sosial maupun pemberitaan nasional.
Berbeda dengan citra polisi kantoran yang tertutup, David Wewe justru aktif membangun komunikasi publik. Aktivitas patroli, penangkapan, hingga kegiatan sosial rutin diunggah melalui akun media sosial dan kanal YouTube “David Wewe Official”.
Strategi itu membuatnya berkembang bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga figur publik.
Dikutip dari Relasipublik.com. salah satu aksi undercover policing yang membuat nama David Wewe menonjol Adalah Ketika ia menyamar untuk mendekati target tanpa memancing kepanikan maupun perlawanan terbuka.
Aksi yang paling banyak diperbincangkan publik terjadi saat dirinya menyamar sebagai pengamen bus antarprovinsi demi menangkap buronan tawuran maut yang kabur ke Pulau Jawa selama sekitar enam bulan.
Begitu mendapat informasi target akan pulang ke Padang menggunakan bus antarprovinsi, Tim Klewang menyusun operasi senyap.
David naik ke dalam bus sambil membawa gitar. Ia berjalan dari kursi ke kursi layaknya pengamen biasa. Saat bus memasuki kawasan Indarung, target lantas didekati,dan adegan penangkapan berlangsung dengan pemborgolan tanpa suara, tanpa keributan besar. Sebagian penumpang bahkan tidak menyangka telah terjadi penangkapan tersangka buron.
Diwaktu lain, David Wewe sukses memerankan figure seorang ustadz dengan memakai peci hitam yang dikombinasikan dengan baju koko putih untuk menangkap residivis kasus pencurian dan narkotika. Aksi penyamaran religus di kawasan Permindo, Padang Barat ini, sontak menjadi viral.
Cara penyamaran unik yang dilakukan David Wewe, mendekati target dengan persuasif, seolah hendak mengajak pengajian. Sehingga Ketika target merasa aman, saat itulah Tim Klewang bergerak melakukan pengepungan.
Bagi sebagian masyarakat, metode seperti ini dianggap lebih humanis karena meminimalkan benturan terbuka dan risiko terhadap warga sekitar.
Fenomena David Wewe memperlihatkan perubahan besar dalam pola komunikasi kepolisian modern. Dari situlah ia kemudan menjelma sebagai nominasi polisi berdedikasi tinggi untuk menyabet Hoegeng Awards 2026. Semoga sukses pak Polisi!
(Rudi Cader)







