Beritanda.net– Warga di Jorong Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, dikagetkan dengan kemunculan seekor Harimau Sumatera, Jumat (1/5/2026).
Salah seorang penduduk setempat, Syafriati, mengaku sempat berhadapan langsung dengan satwa dilindungi itu saat dirinya sedang memanen jahe di kebun.
Saat melihat kehadiran Harimau itu, suami Syafriati telah lebih dulu menuju pondok, sementara ia menyusul beberapa saat kemudian.
“Saya masih memanen jahe kala Harimau itu muncul. Sementara bapak sudah duluan ke pondok, saya rencana menyusul,” ujarnya.
Disebutkan, suasana kebun yang semula tenang mendadak berubah ketika terdengar suara dari arah belakang. Rasa curiga membuatnya menoleh, hingga akhirnya melihat sosok harimau dalam jarak dekat.
“Tiba-tiba dari arah belakang ada suara berdesir, lalu ibuk lihat ke belakang dan kaget, sekitar sepuluh meter di depan sudah berdiri harimau yang menatap ke arah saya,” katanya.
Menurutnya, pertemuan tersebut berlangsung singkat. Ia tidak melakukan gerakan yang dapat memancing reaksi satwa tersebut, sebelum akhirnya berusaha menjauh secara perlahan.
Terhadap itu, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menyampaikan pihaknya bersama tim gabungan tengah melakukan penanganan di lapangan.
Pihak BKSDA bersama dengan Tim Patroli Anak Nagari (Nagari) Baringin dan Salareh Aia sedang melakukan intruksi lapangan.
“Dugaan sementara, kemunculan satwa ini di Jorong Taruyan, Nagari Tigo Balai disebabkan oleh adanya desakan dari individu lain yang berada di landscape Palupuh, karena lokasi ini terhubung dengan landscape Palupuh dan landscape Pasaman, sehingga individu yang sebelumnya berada di sekitar Koto Rantang dan Pasia Laweh bergeser ke lokasi ini,” jelas Ade Putra.
Ia menambahkan, secara ekologi perilaku satwa tersebut masih dalam kategori normal, karena diduga sedang mengenali wilayah baru.
“Secara ekologi perilakunya masih dalam tahap normal, di mana bisa kita kategorikan sebagai satwa yang sedang mengenali lokasinya yang berada di tempat yang baru ini,” katanya.
Ade Putra juga menyebutkan, sejak laporan diterima pada 2 Mei 2026, pihaknya bersama berbagai unsur telah melakukan langkah penanganan.
“Sejak laporan kami terima tanggal 2 Mei 2026 lalu, kita BKSDA bersama Pagari, TNI-Polri dan masyarakat setempat sudah melakukan penanganan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang sedang beraktivitas berkebun di lokasi tersebut untuk sementara waktu menghentikan kegiatannya selama proses penanganan berlangsung.
“Kami menghimbau kepada masyarakat selama dalam penanganan ini yang sedang beraktivitas berkebun di lokasi ini untuk sementara waktu menghentikan kegiatannya, selain itu juga untuk membatasi waktu terutama sore menjelang malam hari,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian tersebut. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan kebun dan hutan.
(Arif M)






