Beritanda.net – Sejumlah pejabat dilantik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menduduki posisi baru Kabinet Merah Putih, Senin (27/4/2026) di Istana Kepresidena Jakarta. Perombakan kabinet ini merupakan reshuffle ke lima sepanjang pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dilansir dari Metrotvnews.com, dari sejumlah nama yang mengisi posisi strategis di kementerian dan lembaga, terdapat tiga pergantian pada pucuk pimpinan kementerian dan lembaga dalam reshuffle tersebut.
Sejumlah pejabat yang terdampak perombakan tetap berada di dalam kabinet dengan menempati posisi baru sebagai wakil menteri maupun penasihat.
Para pejabat yang dilantik dalam reshuffle kali ini adalah:
1. Kepala Staf Kepresidenan: Dudung Abdurachman
2, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Muhammad Qodari
3. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Lingkungan Hidup: Jumhur Hidayat
4. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan: Hanif Faisol Nurofiq
5. Kepala Badan Karantina Indonesia: Abdul Kadir Karding
6. Penasihat Khusus Kepresidenan Bidang Komunikasi: Hasan Nasbi
Setentang itu, Jumhur Hidayat yang dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Lingkungan Hidup, menyatakan akan fokus pada penanganan sampah dengan mengacu pada standar global.
“Terkait sampah kita juga secara bertahap nanti akan mengikuti global standar, berbagai perjanjian internasional, kita akan lakukan itu,” ujarnya selepas pelantikan, di Istana Negara.
Sementara itu, Dudung Abdurachman dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Ia menyebut akan membuka layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam.
“Apa yang menjadi keluhan, saya akan buka 24 jam laporan dari masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan peran KSP dalam memonitor dan mengevaluasi program kementerian dan lembaga serta memastikan pelaksanaan program strategis nasional berjalan optimal.
Nama lain yang mendapat penugasan baru adalah Muhammad Qodari yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Ia menyebut tugas yang diemban membutuhkan kerja sama lintas lembaga, termasuk dengan media.
“Ini pekerjaan besar. Tentunya pekerjaan yang besar ini harus bekerja sama dengan berbagai lembaga,” ujarnya.
Selain itu, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. Ia menyatakan akan memperkuat pengawasan karantina tanpa menghambat arus perdagangan.
“Jangan sampai pengawasan yang begitu ketat lalu proses ekspor-impor itu kemudian melambat,” katanya.
Sejauh ini, pemerintah belum merinci lebih lanjut alasan perombakan maupun target capaian dari susunan baru Kabinet Merah Putih tersebut.
(Arif / *)







