Wabup Candra Dampingi Kemenko Polhukam RI Tinjau Lokasi Karhutla di Solok
Beritanda.net – Sejumlah pejabat Kemenko Polhukam RI dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Brigjen TNI Frenky E. Riupassa, S.Sos., M.Han, Kepala Bidang Kerjasama Pertahanan Kolonel Arh. Anang Hasto Utomo, S.I.P, M.Han, Perencana Ahli Muda Tunggul Ganggas Danisworo, serta Pengadministrasi Perkantoran Dian Pratiwi, kunjungi lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bukit Tandang dan Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.
Kunjungan pejabat Kemenko Polhukam RI tersebut disambut sekaligus didampingi Wakil Bupati Solok, H. Candra bersama Camat Junjung Sirih Neni Amelia, Kalaksa BPBD Irwan Effendy, Wakil Danramil P. Simanjorang, KPHL Solok dari Dinas Kehutanan Sumbar Bakrinaldi, Perwakilan BKSDA Polhut Sumbar, M. Candra, dan Sekretaris Nagari Paninggahan, Kamis (21/8/25).
Menyambut itu, Wakil Bupati Solok Candra, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya Kemenko Polhukam RI, terhadap upaya penanggulangan bencana Karhutla di Kabupaten Solok.
“Alhamdulillah, kita menerima kunjungan Bapak Brigjen TNI Frenky E. Riupassa guna meninjau langsung lokasi lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan pada 18 Juli 2025 lalu. Kebakaran lahan tersebut dipicu oleh kemarau panjang yang telah berlangsung selama empat bulan,” ungkap Wabup Solok.
Dijelaskan, Pasca kejadian Karhutla, Pemkab Solok bersama Forkopimda segera menetapkan status Darurat Bencana Karhutla, yang setelah 14 hari penanganan intensif, diturunkan menjadi Siaga Darurat Bencana.
“Pemerintah daerah terus berupaya maksimal agar kebakaran tidak meluas dan kerusakan lingkungan dapat diminimalkan,”ungkap Wabup Candra.
Terhadap itu, Brigjen TNI Frenky E. Riupassa menyatakan, kunjungan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas Kemenko Polhukam sebagai bagian dari Satgas Des Karhutla, guna memantau langsung penanganan Karhutla di lapangan.
“Kami hadir hari ini di Bukit Paninggahan untuk memonitor langsung titik-titik api. Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam memastikan penanganan Karhutla berjalan baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya langkah-langkah antisipatif dan mitigatif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, tidak hanya di Solok, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia yang rawan Karhutla.
“Semoga dengan turunnya hujan serta kerja keras tim di lapangan, kebakaran ini dapat segera teratasi. Mari kita jaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” pungkasnya.
Dipastikan, kegiatan peninjauan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta keselamatan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
(Zul Muncak)