Bupati Annisa Dapat Dukungan Tokoh Sentral Dharmasraya
Beritanda – Walaupun baru Tiga pekan masuk kantor. Pola kepemimpinan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, mendapat pujian dari tokoh masyarakat setempat.
Apresiasi tersebut, dsampaikan saat bersilaturahmi dengan orang nomor wahid daerah mekar itu, ketika diawali dengan berbuka bersama. Dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, bundo kanduang, Pimpinan dan guru Pondok Pesantren (Ponpes), se-Dharmasraya. Di rumah dinas bupati setempat, tepatnya di Pulau Punjung, Sabtu (29/3/25).
Menurut tokoh sentral Sungai Rimbai, H. Darus, didampingi Ferycho mantan anggota DPRD Dharmasraya periode 2019-2024. Walaupun baru menjabat sebagai Bupati Dharmasraya. Annisa mulai menata pemerintahan kearah lebih baik. Bahkan, setiap program akan ditelorkan, sealu mengedepankan pembangunan berbasis kemasyarakatan.
Kepiawainnya dalam melaksanakan lobi politik. demi menggaet dana pusat untuk membangun Dharmasraya juga telah dibuktikan. Saat ini, hanya menunggu realisasi, serta kelengkapan administrasi.
“Selain itu, bupati juga membuka pintu rumah dinas seluas-luasnya, dan tanpa ada batas waktu kepada tokoh serta seluruh masyarakat. Untuk berdiskusi dan berdialog terkait kemajuan daerah kedepan, ” Kata H. Darus.

Secara terpisah tokoh muda Dharmasraya, Harry Permana, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, sistem keterbukaan Annisa dalam memimpin daerah sudah diperlihatkan dari awal mulai masuk kerja. Tentunya, hal ini akan menjadi sebuah pedoman, atas keikhlasan hati seorang pemimpin dalam membangun daerah.
Baru Tiga pekan ngantor, dirinya sudah membuat gebrakan baru. Dengan mengundang seluruh tokoh sentral Kabupaten Dharmasraya untuk bersilaturahmi. Dalam rangka berdialog menentukan arah kebijakan pembangunan kedepan.
Terkait dengan kebijakan terhadap keterbukaan informasi. Hal ini, juga telah tampak secara nyata. Termasuk transparansi dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Dharmasraya dilaksanakan beberapa hari lalu. Ditayangkan secara Live streaming atau penyiaran video dan audio secara real-time melalui internet, yang bisa diakses oleh siapa saja.
Melalui live streaming tersebut, masyarakat bisa menyaksikan dan mendengar langsung arah kebijakan pembangunan daerah kedepan. Bahkan, kami juga mengetahui secara utuh kondisi daerah.
“Sejauh ini, belum ada rasanya Pemkab Dharmasraya melaksanakan Musrenbang secara terbuka seperti dilakukan bupati dan wakil bupati saat ini, ” Kata Harry Permana.
Atas keterbukaan dilakukan kepala daerah saat ini. Kita sudah mengetahui arah kebijakan pembangunan. Bahkan, kondisi daerah sedang mengalami defisit keuangan hingga mencapai senilai Rp96, 3 Milyar. Dengan Silva anggaran hanya senilai Rp1, 6 Milyar, juga kami ketahui seutuhnya. Tentunya, akan memperdalam keterpurukan, disaat pemerintah pusat sedang melakukan efesiensi anggaran.
Padahal daerah memiliki berbagai macam potensi. Mulai dari pertambangan, perkebunan, pertanian, dan peternakan. Semua itu, mampu mengangkat pendapatan daerah. Namun tidak terkelola dengan baik.
” Kenapa daerah mengalami defisit?. Sedangkan Silva anggaran, juga sama dengan tidak ada..Apakah pejabat Pemda telah digaji oleh negara selama ini tidak bekerja, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)?. ” Tanya Harry Permana.
Lebih parah lagi, tidak masuknya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Padahal, Sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN dilakukan untuk menyelaraskan tujuan dan sasaran pembangunan daerah dengan program nasional.
Sinkronisasi ini juga penting untuk memastikan kesesuaian arah kebijakan pembangunan daerah, dengan tema pengembangan wilayah.
Strategi Sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN
Untuk menyelaraskan isu strategis pembangunan daerah dengan nasional. Artinya, menyelaraskan misi, sub misi, tujuan, sasaran, dan indikator pembangunan daerah dengan nasional. Baik secara makro ekonomi, maupun untuk memenuhi belanja wajib diatur oleh pemerintah
“Kalau begini, tampaknya wajib dipertanyakan kredibilitas dan kualitas kinerja pimpinan dinas terkait bersama anggotanya. Jangan sampai ulah keteledoran kinerja oknum dinas tersebut. Akan menjadi batu penarung bagi bupati kedepan. ” Tegas Harry Permana.
(Afriza Dedek)