Beritanda.net – Jorong Lubuk Tareh hanya sebuah noktah buram di peta Kabupaten Solok. Terebab topografi wilayah yang sulit, hingga untuk ke pusat pemerintahan nagari saja di Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, jorong berpenduduk sekitar 500 jiwa ini sangat susah.
Sebagai kawasan pemukiman tertinggal dan terluar dari Kabupaten Solok, untuk mencapai kawasan pemukiman ini bahkan harus memutar dulu ke wilayah Kabupaten Dharmasraya. Hingga tak heran, jorong Lubuak Tareh sekonyong kerap terabaikan.
Bahkan masyarakat setempat butuh waktu 10 tahun untuk bisa mengenal wajah pejabat-pejabat pemerintah Kabupaten Solok. Atau semati-mati angin, bisa sekali 5 tahun dalam masa-masa kampanye tiba untuk mencari suara dukungan.
” Warga Lubuak Tareh 10 tahun lalu dikunjungi Tim Safari Ramadhan Kabupaten Solok,”aku Wakil Bupati (Wabup) Solok, H. Candra.

Pernyataan itu disampaikan Wabup Candra ketika memimpin kunjungan perdana Tim Safari Ramadhan khusus, Sabtu (21/2/26) di Masjid Baiturahman Lubuk Tareh .
Wabup Candra mengaku, kunjungan dirinya bersama tim Safari Ramadhan khusus merupakan yang pertama sebagai ihktiar memperkuat silaturahmi sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten untuk terus menjalin kedekatan dan memkuat hubungan dengan masyarakat.
Safari Ramadan itu sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat setempat untuk berbaur dengan Wabup Candra bersama Kepala Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Pangan Prov. Sumbar, Haves Rinaldo, Staf Ahli Bid. Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Irwan Efendi, Asisten Pembangunan dan Ekonomi H.Jefrizal, serta sejumlah Kepala OPD lainnya.
Wabup Candra yang sekaligus bertindak sebagai penceramah, dalam tausiahnya mengajak jemaah untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan memperbanyak amal saleh, seperti infak dan sedekah, memperbanyak shalat sunnah, serta membaca Al-Qur’an.
“Sesibuk apapun kegiatan kita, jangan sampai meninggalkan shalat dan puasa,” pesannya.

Menyambut itu, Wali Nagari Garabak Data, Pardinal, menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Tim Safari Ramadhan Khusus yang dipimpin Wabup Candra.
Pardinal lantas menyampaikan kondisi jorong Lubuak Tareh yang masih banyak kekurangandan sangat dinantikan perkembangannya oleh masyarakat setempat.
“Kami masih banyak keterbatasan di sini. Namun semua kami serahkan bagaimana baiknya kepada Pemerintah Kabupaten. Masyarakat berharap ada sentuhan pembangunan,” ujarnya kelu.
Moment pertemuan itu sekaligus menjadi ruang aspirasi bagi sejumlah perwakilan masyarakat untuk menyampaikan beberapa kebutuhan mendesak, seperti permohonan sertifikat pembebasan aset SMP 5 Tigo Lurah yang saat ini berada di kawasan hutan lindung.
Menurut warga setempat. diperlukan intervensi kebijakan daerah agar kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut dapat terpenuhi tanpa kendala administrasi lahan.
“Kami di Lubuk Tareh juga berharap adanya penguatan jaringan internet yang stabil melalui pembangunan pemancar atau BTS. Internet sangat mendesak untuk mendukung aktivitas pendidikan dan komunikasi di era digital,”tagih warga Lubuak Tareh.
Selepas melakukan tarwih bersama Jemaah Masjid Baiturahman Lubuk Tareh, Wabup Candra menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp 25 juta serta bantuan paket Al-Qur’an untuk jamaah setempat.
(Ismardi/*)







