Beritanda.net – Atlet cabang olahraga Paralayang se Sumatera Barat mulai menjajal eksotis Puncak Garundun Bukit Bidadari, Kota Solok, dalam latihan bersama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XVI tahun 2026, Sabtu (24/1/2026).
.
Sejumlah atlet paralayang dari Kota Solok, Kabupaten Solok, Bukittinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Payakumbuh, dan Sawahlunto saling memperagakan kemampuan terbang dalam latihan bersama, guna meningkatkan kemampuan teknis, adaptasi kondisi lapangan, serta memperkuat sinergi antardaerah menjelang Porprov Sumbar.
Pengurus KONI Kota Solok cabang paralayang, Antos, mengatakan bahwa latihan bersama ini merupakan bagian dari program pembinaan atlet yang berkelanjutan.
“Latihan bersama ini menjadi ajang evaluasi kemampuan atlet sekaligus sarana bertukar pengalaman antardaerah. Puncak Garundun Bukit Bidadari sangat mendukung untuk latihan paralayang karena kondisi alam dan arah anginnya,” ujar Antos.

Latihan bersama mendapat respon positif dari Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM yang hadir bersama Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, perwakilan FASI Sawahlunto Jamur, instruktur paralayang Sumatera Barat Miki, Kasi Intel Kodim 0309/Solok Kapten Yahmin, tokoh masyarakat Eki Rangkayo Basa, serta para atlet dari berbagai daerah.
Menyemangati itu, Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya latihan bersama tersebut.
Ramadhani menilai kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga mendukung promosi potensi wisata olahraga di Kota Solok.
“Latihan bersama ini menunjukkan keseriusan atlet dan pengurus dalam mempersiapkan diri menuju Porprov Sumbar XVI. Pemerintah Kota Solok tentu mendukung kegiatan olahraga yang sekaligus dapat memperkenalkan potensi daerah, khususnya Puncak Garundun Bukit Bidadari,” ungkap Wali Kota.

Sementara itu, instruktur paralayang Sumatera Barat, Miki, menyebut bahwa lokasi latihan di Puncak Garundun Bukit Bidadari memiliki karakteristik yang sangat ideal untuk persiapan atlet.
“Dari sisi teknis, lokasi ini cukup lengkap. Arah angin relatif stabil dan medan sangat menantang, sehingga cocok untuk meningkatkan kesiapan atlet menjelang Porprov,” jelas Miki.
Melalui latihan bersama ini, diharapkan cabang olahraga paralayang dari masing-masing daerah semakin siap menghadapi Porprov Sumbar XVI, sekaligus memperkuat peran Kota Solok sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga dirgantara di Sumatera Barat.
(Ismardi)







