Beritanda.net – Malam jatuh dengan cerah. Tiada bayangan gabak dihulu, menjadi penanda ujung tahun 2025 dilewati dengan atmosfir yang rancak, serancak harapan tentang kebangkitan PT Citra Mandiri Kobana (CMK).
Aroma terang bulan mulai membayang, menyingkirkan kekhawatiran tentang bencana hidrometeorologi yang masih menjadi momok. Bahkan dihalaman kantor utama PT.CMK, di kawasan Ampang Kualo, Kota Solok, suasana hangat penuh kekeluargaan menjadi tameng syukuran sederhana yang digelar perusahaan produsen dan pemasar bibit jagung hibrida tersebut.
Bukan kemewahan yang ditonjolkan, melainkan rasa Syukur dari Ceo sekaligus Komisaris PT CMK, Nofi Candra dan Keluarga. Pada malam tutup tahun ini, juga hadir ibunda Nofi Candra, Hj, Lifwarda, serta Direktur Andri Marant bersama jajaran direksi.
Tamu yang hadir bukan undangan biasa, lebih kepada kerabat dekat dan ordal (orang dalam) yang sejak awal menyaksikan perjalanan perusahaan produsen bibit jagung terbesar di Sumatera Barat itu.

Syukuran yang diiringi makan bersama diatas talam khas keluarga Saningbaka, digelar selepas sholat Isya, Rabu (31/12/2025) malam, hingga akhirnya ditutup dengan serimoni menyambut tahun baru 2026 dengan menampilkan group band legend Kota Solok, Modilla Band.
Dalam balutan kekerabatan yang tinggi, berkulindan dengan optimisme terhadap usaha kembali menemukan nadinya dibawah bendera PT Citra Mandiri Kobana (CMK) yang merupakan transformasi dari PT Citra Nusantara Mandiri (CNM).
PT. CNM yang sebelumnya lebih berfokus pada produksi benih induk, kini CMK mengambil peran strategis sebagai produsen dan pemasar bibit jagung hibrida, memasok kebutuhan petani secara lebih luas, khususnya di Sumatera Barat hingga menyasar wilayah Nusantara.
Bagi daerah dengan karakter agraris seperti Sumbar, keberadaan benih unggul bukan sekadar komoditas. Ia menjadi penentu hasil panen, pendapatan petani, hingga keberlanjutan usaha tani. Di sinilah CMK menempatkan dirinya hadir dari hulu, dekat dengan tanah dan petani.
Setentang itu, Nofi Candra mengungkapkan, proses penanaman telah dimulai sejak September 2025. Penanaman dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan tanpa jeda dengan memaksimalkan lahan milik petani lokal, sebagai strategi menjaga kontinuitas produksi dan kualitas benih.
“Ini bukan sekadar usaha bisnis, tapi juga upaya melanjutkan mimpi dan harapan ayahanda yang telah lebih dulu merintis jalan. Kami ingin benih yang kami hasilkan benar-benar bermanfaat bagi petani,” ujar Nofi Candra.
Mantan senator RI asal Sumbar itu, mengaku memasang target produksi dengan realistis, tetapi tetap mengedepankan optimistis. Pada Januari 2026 mendatang, PT CMK menargetkan panen perdana sebanyak 40 ton.
“Sementara estimasi panen selama satu tahun penuh diproyeksikan mencapai 4.000 ton.”ungkapnya.

Angka ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan petani jagung di Sumatera Barat yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Kata suami Hj. Devi Femiyanti itu, saat ini, setidaknya ada 32 varietas yang sedang diuji dan dikembangkan di lahan kita sebelum dilepas ke pasaran. Dari varietas tersebut, ia memprediksi yang akan lahir hanya beberapa varietas dengan kualitas terbaik.
“Ihtiar ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan petani dengan adanya bibit berkualitas,” ucap Nofi.
Sementara di lapangan, petani kerap dihadapkan pada persoalan klasik seperti keterbatasan benih berkualitas, harga yang fluktuatif, hingga ketergantungan pada distribusi dari luar provinsi. Kehadiran produsen benih lokal seperti CMK menjadi angin segar lebih dekat, lebih adaptif dengan kondisi lahan, dan lebih mudah dijangkau.
Mengulik kebangkitan PT Citra Mandiri Kobana, ternyata paralel dengan momentum program pemerintah dalam mendorong swasembada pangan berkelanjutan. Jagung, sebagai salah satu komoditas strategis nasional, memegang peran penting. Tidak melulu untuk pangan, komoditi jagung juga dibutuhkan sebagai pakan ternak dan industri turunan lainnya.
Dapat dipastikan, kemunculan perusahan CMK tidak sekadar memulihkan roda usaha, tetapi turut mengambil bagian dalam memperkuat ketahanan pangan dari daerah.
Benih jagung hibrida yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, menekan biaya produksi petani, sekaligus mengurangi ketergantungan pada benih dari luar negeri.

Perjalanan perusahaan ini tidak selalu mulus. Selama beberapa tahun, aktivitas produksi sempat terhenti akibat berbagai faktor. Di sisi lain, kesibukan Nofi Candra yang kala mengemban amanah sebagai senator di DPD RI, kemudian larut dalam ranah politik praktis, membuat pengelolaan usaha keluarga ini berjalan terbatas.
Namun sejak 2025, Nofi Candra kembali memusatkan perhatian untuk membenahi usaha yang dirintis orang tuanya. Langkah ini menjadi simbol kebangkitan bahwa usaha yang tumbuh dari kerja keras dan nilai kekeluargaan tidak pernah benar-benar berakhir, melainkan menunggu waktu untuk disemai kembali.
“Semoga di tahun 2026 nanti, segala kemudahan bisa kita raih, tentunya dengan dukungan semua pihak dan keridhaan Allah Subhanahu wata’ala,” tuturnya.
Syukuran dipenghujung tahun itu, menjadi lebih dari sekadar penutup kalender. Ia menjelma sebagai penanda keberlanjutan, tentang warisan nilai, dan tentang harapan petani di Ranah Minang.
Dari benih yang ditanam di tanah sendiri, lahir asa bahwa Sumatera Barat mampu berdiri lebih kokoh sebagai bagian dari lumbung pangan negeri menjemput panen harapan, dari nagari untuk Indonesia.
(Zul Muncak/Melatisan)






