Gandeng Forum Nagari Lambung Bukit, PKM Unand Identifikasi Pelaku Usaha UMKM
Beritanda.net – Gandeng Forum Nagari Lambung Bukit, Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) Universitas Andalas (Unand) menggelar Forum Discusion Group (FGD) dengan mengangkat tema: Optimalisasi Produk Pertanian dan UMKM Salingka Unand sebagai Supplier Zona KHAS Unand, Rabu (25/6/25) di Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk diskus secara sistematis dan terarah dari suatu grup untuk membahas kondisi terkini UMKM yang ada di keluarahan Lambung Bukit, meliputi jumlah Pelaku Usaha (PU), henis produk, legalitas usaha dan sertifikasi halal.
Selain itu, juga dibicarakan strategi untuk melakukan program persiapan guna mendukung Zona Khas Unand.
Peserta FGD merupakan Tim Pengabdian unand, terdiri dari Cesar Welya Refdi, S.TP, M.Si (Ketua) Ismed, S.Pt, M.Sc (Anggota) Felga Zulfia Rasdiana, S.TP, M.Si (Anggota) Dr. Ir. Yan Heryandi, MP (Anggota), sekaligus Ketua Unand Halal Center (UHC) Unand, Prof. Dr. Ir. Rina Yenrina, MS (Anggota) dan Dr. Ir. Yan Heryandi, MP.
Turut Lurah Lambung Bukit, Andi Defriyan, Forum Nagari Lambung Bukit, Pendamping UMKM Kelurahan Lambung Bukit Teti Sumarni. Selain itu, juga hadir LCO CSR (TJSL) PT Semen Padang, LCO Kelurahan Lambung Bukit, LPM Kelurahan Lambung Bukit, LKN Kelurahan Lambung Bukit, KSPPS Kelurahan Lambung Bukit dan dari Koperasi Merah Putih Kelurahan Lambung Bukit.
Mengiringi itu, Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat Unand Cesar Welya Refdi, S.TP, M.Si menyampaikan, bahwa kegiatan pengabdian ini dalam bentuk pembinaan dari hulu ke hilir hasil produksi (pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan) sampai dapat dipasarkan secara berkelanjutan. Adapun tujuan spesifik dari kegiatan ini meliputi:
a)Melakukan pemetaan masyarakat yang memilki produksi (pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan) dan hasil olahannya, legalitas, dan sertifikasinya.
b)Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat lokal dalam hal meningkatkan kualitas hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dengan pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Manufacturing Practices (GMP), implementasi inovasi pengolahan dan pengemasan untuk meningkatkan nilai tambah dan memiliki daya saing produk di pasaran.
c)Pendampingan masyarakat yang memiliki produk (pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, produk olahan, atau produk lokal lainnya mendapatkan legalitas izin usaha, izin edar dan sertifikasi halal.
“Program yang akan dilakukan tahun ini terkait bantuan teknologi, dan legalitas. Namun, harapannya tahun depan akan terbentuk Pusat Produk Unggulan Kelurahan Lambung Bukit, yang menampung produk (hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, produk olahan, atau produk lokal lainnya) yang memiliki fasilitas pengemasan dan penyimpanan sebelum produk dipasarkan ke konsumen,” ujar Cesar Welya Refdi,
Menyampaikan paparannya, Cesar Welya Refdi menyatakan Program Optimalisasi Produk Pertanian dan UMKM Salingka Unand sebagai Supplier Zona KHAS UNAND di Kelurahan Lambung Bukit.
Sementara itu, Dr. Yan Heryandi, M.Si selaku Ketua Unand Halal Center yang mengangkat materi Program Zona Khas Unand dan Kontribusi Lambung Bukit mengatakan, bahwa Unand telah memiliki Zona Kkhas , didukung dengan SE (Surat Edaran) Rektor, ada aturan berdasarkan UU Kewajibab Sertifikasi Halal No. 33 tahun 2014 sehingga produk yang tidak memiliki sertifikat Halal tidak dapat masuk ke Lingkungan Unand.
“Jika Ada UMK di Lambung Bukit, dapat ikut dalam supplier makanan bagi masyarakat Unand apabila telah memenuhi sertifikasi Halal,”ujarnya.
Menyambut itu, Lurah Lambung Bukit Andi Defriyan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi serta mendukung penuh program PKM dari Unand ini.
“Kami sangat mendukung program untuk kemajuan UMKM di kelurahan, terutama untuk mendukung UMKM dari daerah kami yang produknya dapat dipasarkan ke Unand. Sebagai Kepala Lurah, kami akan bantu fasilitasi dengan program walkot, peningkatan kwalitas UMKM, dapat ber SH, UMKM Naik kelas,” ujar Andi Defriyan.
Sementara itu, Teti Sumarni sebagai Pendamping UMKM Kelurahan Lambung Bukit, memberi tanggapannya bahwa ada 300 UMKM lambung bukik dengan berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi. Diantaranya, dapur produksi yang tidak terpisah dengan dapur Rumah Tangga. Permasalahan NIB yang wajib setiap usaha, 1 rumah bisa ada lebih satu usaha, tapi pelaku usaha saat ini sebanyak 300 usaha. Sertifikasi Halal ditakuti oleh seorang KUR karena harus mempersiapkan anggaran kurang lebih Rp10 juta karena harus mengurus NIB, PKH aman, yang sedang utang, Ada pinjaman online, data PKH hilang.
Senada, Ketua Forum Nagari Lambung Bukit Dedi Azhari juga ikut menyampaikan, bahwa pihaknya siap membantu pendataan UMKM data yang sudah ber-SH.
” Saat ini jumlah UMKM lambung bukik yan terdata ada 300 UMKM, namun dalam usahanya masih bercampur antara produk makanan dan non makanan,”ungkapnya.
(M.Afrizal)