Beritanda.net – Terus berikhtiar memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan dan perekonomian daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengambil Langkah konkrit dengan menyerahkan bantuan satu unit alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat kepada kelompok tani di Nagari Koto Gadang Guguak, Kabupaten Solok.
Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah kepada Wali Nagari Koto Gadang Guguak, Carles Camra disaksikan Wakil Bupati (Wabup) Solok H. Candra dan tokoh Masyarakat setempat, Bachtul, Rabu (31/12) di nagari setempat.
Mengiringi itu, Gubernur Mahyeldi menyampaikan, bantuan alsintan merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sumbar dalam mendukung modernisasi pertanian agar semakin efisien, produktif, dan berdaya saing. “Pertanian adalah tulang punggung perekonomian daerah. Dengan dukungan alsintan, kita berharap proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat, biaya produksi bisa ditekan, dan hasil panen meningkat,” ujar Mahyeldi.
Ia menambahkan, modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, terlebih pascabencana hidrometeorologi yang berdampak pada lahan dan sarana produksi pertanian. “Dengan adanya traktor roda empat ini, petani bisa bekerja lebih efektif dan produktif. Pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi dan mendukung para petani agar kesejahteraannya semakin meningkat,” ungkapnya.
Gubernur Mahyeldi juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan kabupaten/kota dalam menjaga kestabilan harga hasil pertanian melalui berbagai inovasi bersama OPD terkait. “Kalau pimpinan daerah solid, maka kehadiran pemerintah akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Terhadap itu, Wabup Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumbar atas perhatian dan kepedulian terhadap petani di Kabupaten Solok, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana.
Kata Candra, bantuan alsintan sangat dibutuhkan untuk membantu petani bangkit dan kembali mengoptimalkan aktivitas pertanian yang sempat terganggu akibat bencana hidrometeorologi. “Bantuan traktor ini dapat menghemat hingga 50 Hari Orang Kerja (HOK) untuk satu hari pengerjaan. Ini tentu sangat membantu petani, baik dari sisi waktu maupun biaya,” jelasnya.
Wabup Candra sekaligus memaparkan kondisi penanganan infrastruktur dan dampak bencana di Kabupaten Solok. Ia menyebut, pembangunan SPAM Tiga Nagari Guguak dan Jawi-Jawi pasca bencana mencapai sekitar Rp. 15 miliar, sementara SPAM Saniang Baka dengan anggaran sekitar Rp.80 miliar.
Secara keseluruhan, total kerugian pascabencana yang telah diajukan dalam dokumen R3P mencapai sekitar Rp.1,6 triliun. “Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dukungan ini sangat berarti bagi Kabupaten Solok, terutama dalam upaya pemulihan pascabencana dan menjaga ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
Senada, Wali Nagari Koto Gadang Guguak, Carles Camra ikut menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumbar kepada petani di nagarinya. Ia mengaku bantuan Alsintan sangat membantu dalam mempercepat pemulihan dan peningkatan produksi pertanian pascabencana.
Bantuan alsintan ini diharapkan menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tantangan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Solok dan Sumatera Barat secara keseluruhan.
Kata Carles, bantuan ini menjadi penyemangat bagi petani. Semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil dan kesejahteraan. “Selain itu, kami juga mengusulkan perbaikan Banda Gadang yang mengaliri sawah warga seluas kurang lebih 1.800 hektare, karena sangat vital bagi keberlangsungan pertanian masyarakat,” pinta Carles Camra.
Prosesi penyerahan Alsintan ini juga diiringi dengan peninjuan lokasi irigasi banda gadang, yang akan dibangun dengan sebesar anggaran Rp. 2 miliar.
Hadir pada kesempatan, Anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar, Kepala Bapenda Sumbar Syefdinon, Kadis Pertanian Sumbar, Kepala Biro Adpim Nolly Eka Mardianto, Plt Cabdin Wilayah III, serta sejumlah kepala OPD Kabupaten Solok dan tokoh masyarakat Solok, Ir. Bachtul.
(Ismardi)







