Beritanda.net – Masjid Raya Padang Japang, Nagari Tujuh Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kab. Limapuluh Kota, menjadi pilihan kunjungan pertama Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026, Provinsi Sumatera Barat.
Dipimpin Wakil Gubernur (Wagub), Vasko Ruseimy, Tim Safari Ramadhan Provinsi Sumbar didampingi Wakil Bupati Limapuluh, Ahlul Badrito Resha, Kamis (19/2/2026) malam.
Mengirngi itu, Wagub Vasko Ruseimy mengatakan, Masjid Raya Padang Japang di Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan pusat sejarah perjuangan Islam dan pendidikan yang didirikan oleh ulama pembaharu, Syekh Abbas Abdullah dan Syekh Mustafa Abdullah.
Jejak Sejarah itu ditandai dengan keberadaan Perguruan Darul Funun.
“Bahkan Masjid ini pernah menjadi markas penting pemerintahan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dan pusat pertemuan tokoh nasional,” kata Vasko.
Kata Vasko, Padang Japang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam terkemuka yang diasuh oleh dua ulama bersaudara, Syekh Abbas Abdullah dan Syekh Mustafa Abdullah, yang berafiliasi dengan Sumatera Thawalib pada tahun 1920-an.

Dipaparkan, Syekh Abbas Abdullah, pernah memberikan sebuah peci tinggi kepada Soekarno pada bulan Juni 1942. Peci tersebut diberikan sebagai simbol dukungan ulama terhadap perjuangan Soekarno, sekaligus sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme.
“Sejak pertemuan tersebut, Bung Karno yang sebelumnya sering mengenakan blangkon, sejak diberikan peci, Bung Karno sering menggunakan peci hitam sebagai bagian dari identitas nasionalnya,” ungkapnya.
Wagub Sumbar lantas berharap, para tokoh yang berasal dari Limapuluh Kota ini bisa menjadi pemimpin yang akan membawa bangsa ini menjadi bangsa besar di mata dunia.
“Apalagi Limapuluh Kota ini banyak melahirkan profesor dan alim ulama. Semoga Kab. Limapuluh Kota bisa maju melebih kabupaten lainnya,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh, Ahlul Badrito Resha, mengatakan Kabupaten Limapuluh Kota terkenal memiliki istilah tradisi Minangkabau dengan pepatah “Aia nyo janiah, ikannyo jinak“.
“Pepatah ini mengatakan alam Limapuluh Kota memiliki sungai-sungai yang jernih dan alam yang subur dengan penduduknya ramah, santun, tulus, dan bersahabat kepada siapa saja yang datang,” terang Wabup Ahlul Badrito Resha.
(Melatisan/*)







