Beritanda.net – Pesona alam Bukik Gurunun yang yang menyuguhkan panorama menawan dari Puncak Bidadari, muncul sebagai ikon wisata unggulan Kota Solok. Destinasi wisata alam ini bahkan berpeluang menjadi arena olahraga prestasi, seperti Paralayang.
Fenomena itu terpantau ketika Ketua Harian Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Provinsi Sumatera Barat, Letkol Sus Firdaus, S.Ag, MM, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Potensi Dirgantara (Kadispotdirga) Lanud Sutan Sjahrir, bersama Ketua KONI Sumbar Hamdanus, S.Fil.I, M.Si, datang membidik Bukik Gurunun sebagai calon venue Cabang Olahraga (Cabor) Paralayang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026, Sabtu (10/01/25) di Puncak Bidadari.
Kehadiran tim Monitoring venue paralayang Porprov Sumbar itu, disambut langsung oleh Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, didampingi Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli, Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, serta pengurus Cabor Paralayang Kota Solok.

Terhadap itu, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, serta merta menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Solok dalam mendukung pengembangan olahraga Paralayang.
“Bukik Gurunun Puncak Bidadari memiliki potensi yang sangat luar biasa, baik dari sisi panorama maupun karakter alamnya. Jika ditetapkan sebagai venue Cabor Paralayang Porprov Sumbar, tentulah akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi Kota Solok untuk mengembangkan sport tourism,” ujar Walikota Ramadhani.
Menurutnya, Pemko Solok siap melakukan pembenahan dan melengkapi sarana pendukung guna menjamin keselamatan atlet dan kelancaran pertandingan.
“Kami siap berkolaborasi dengan FASI, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan Porprov berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Terhadap itu, Ketua Harian FASI Sumbar Letkol Sus Firdaus menjelaskan, pihaknya melakukan monitoring merupakan bagian dari proses penilaian teknis.
“Kami melihat sejumlah aspek penting seperti arah angin, ketinggian lokasi take off, area landing, serta faktor keselamatan. Secara umum, Puncak Bidadari memiliki potensi yang sangat baik untuk cabang olahraga paralayang,” paparnya.

Senada, Ketua KONI Sumbar Hamdanus menilai kesiapan Kota Solok cukup menjanjikan sebagai calon tuan rumah.
“Kota Solok menunjukkan keseriusan yang kuat, baik dari dukungan pemerintah daerah maupun kesiapan organisasi olahraga. Ini menjadi modal penting untuk menyukseskan Porprov Sumbar,” katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Solok, Rudi Horizon, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan monitoring yang dilakukan FASI dan KONI Sumbar.
Kata Rudi, KONI Kota Solok sangat optimistis Bukik Gurunun Puncak Bidadari dapat ditetapkan sebagai venue paralayang Porprov. Karena ini akan menjadi motivasi besar bagi atlet paralayang Kota Solok untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi.
Ia menambahkan, KONI Kota Solok siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan pengurus cabang olahraga.
“Kami siap mendukung penuh dari sisi pembinaan atlet, kesiapan teknis, hingga suksesnya penyelenggaraan event,” tegasnya.
Dukungan juga disampaikan Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli yang menilai rencana ini memiliki dampak strategis.
“Selain meningkatkan prestasi olahraga, kegiatan ini akan berdampak langsung pada promosi wisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Solok,” katanya.
Melalui sinergi yang kuat antara Pemko Solok, DPRD, FASI, KONI Sumbar, dan KONI setempat, Kota Solok optimistis dapat menjadi tuan rumah Porprov Sumbar Cabor Paralayang, sekaligus mengukuhkan Bukik Gurunun Puncak Bidadari sebagai ikon wisata olahraga unggulan di Sumatera Barat.
(RC)







