Beritanda.net – Diwarnai semangat keagamaan yang kental, peletakan batu pertama pembangunan Saung Kelas Unggul Tahfizd MTs Muhammadiyah Sumani di Jorong Kapuah, Nagari Sumani, Kabupaten Solok, menjadi simbol komitmen Muhammadiyah dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak, berilmu, dan cinta Al-Qur’an, Rabu (29/10).
Wakil Bupati (Wabup) Solok H. Candra yang didaulat meletakkan batu pertama dihadapan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Solok, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap berdirinya pusat pendidikan tahfizd ini.
Terhadap itu, Ketua PDM Kabupaten Solok, Darman, BA sekaligus menegaskan arah perjuangan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan yang selalu berorientasi pada pembinaan iman dan kemajuan umat.
Kata Darman, tujuan Muhammadiyah dalam pendidikan sangat jelas, yakni membentuk manusia beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. “Karena itu, jangan pernah ragu bergabung dengan Muhammadiyah. Dengan adanya Saung Tahfizd ini, kita berharap lahir generasi yang paham, mengamalkan, dan cinta Al-Qur’an,” ujarnya.
Senada, Ketua Komite MTs Muhammadiyah Sumani, H. Syafruddin Jaya Pakiah Majo Lelo, mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pembangunan ini sebagai ladang amal jariyah. “Mari fastabiqul khairat — berlomba-lomba dalam kebaikan. Pembangunan ini bukan sekadar fisik, tapi juga membangun peradaban Qur’ani di bumi Solok,” tuturnya.
Dukungan juga datang dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, H. Afrizal Harun, yang menegaskan pentingnya konsistensi membina generasi muda agar tidak tergerus arus zaman. “Semangat membangun dan membina generasi Qur’ani tidak boleh surut. Di tengah gempuran digitalisasi dan pergeseran nilai moral, pendidikan berbasis Al-Qur’an menjadi benteng peradaban,” ujarnya dengan penuh semangat.

Menyambut itu, Wabup Candra menyampaikan apresiasi serta doa bagi pihak keluarga yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan Saung Tahfizd tersebut.
“Keluarga yang mewakafkan tanah ini insya Allah diberi pahala dan berkah oleh Allah SWT. Ini menjadi motivasi bagi kita semua, karena perjuangan menegakkan agama Allah harus hidup hingga akhir hayat,” kata Wabup Candra.
Candra menegaskan, bahwa tantangan membina generasi di era modern semakin kompleks, sehingga sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat dibutuhkan.
“Mari kita teguhkan kembali niat dan tekad bersama. Mendidik generasi bukan hanya tanggung jawab sekolah atau ulama, tapi tanggung jawab kita semua di dunia dan di akhirat,” pungkasnya.
Pembangunan Saung Tahfizd MTs Muhammadiyah Sumani diharapkan menjadi pusat unggulan dalam melahirkan hafiz-hafizah muda dari Kabupaten Solok yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam moral, ilmu, dan kepemimpinan.
(*)







