Beritanda.net – Pasaman Bangkit bukan sekadar slogan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 tahun 2026. Di balik semboyan itu, ada pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda yang kelak menjadi penentu arah masa depan daerah.
Menyadari hal tersebut, Pers Bersatu Tuah Saiyo (PBTS) Pasaman mengambil bagian dengan mendorong lahirnya gagasan-gagasan segar dari kalangan pelajar. Salah satunya melalui lomba menulis esai tingkat SLTA sederajat se-Kecamatan Lubuk Sikaping, dengan mengangkat tema menanamkan budaya aman dan nyaman di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang adu kemampuan menulis. Lebih dari itu, lomba tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan pemikiran kritis, menuangkan gagasan, sekaligus menawarkan perspektif tentang lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Antusiasme peserta pun terbilang tinggi. Puluhan karya masuk dan dinilai oleh tim PBTS. Beragam gagasan yang dituangkan para pelajar menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk ikut memikirkan persoalan di sekitarnya.
Ketua Panitia, Riki Hendra, mengatakan tingginya partisipasi pelajar menjadi dorongan tersendiri bagi PBTS untuk terus membuka ruang bagi suara dan pemikiran generasi muda.
“Kami melihat partisipasi pelajar sangat tinggi. Bahkan, pemikiran kritis remaja-remaja sekarang mampu memberikan energi baru bagi kami untuk menyuarakan apa saja yang mereka butuhkan dalam mewujudkan Pasaman Bangkit,” kata Riki, Jumat (9/10/2026).

Dalam kompetisi tersebut, siswa SMAN 1 Lubuk Sikaping berhasil tampil sebagai yang terbaik. Posisi berikutnya ditempati SMA 3 Sumbar, disusul MAN 1 Lubuk Sikaping dan SMA 2 Lubuk Sikaping.
Ketua PBTS Pasaman, Yunzar Lubis, menjelaskan lomba menulis esai tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk merangsang kreativitas dan mengembangkan kemampuan menulis generasi muda di daerah itu.
Menurutnya, kemampuan menyampaikan gagasan melalui tulisan merupakan bekal penting bagi pelajar untuk membangun daya kritis, memperluas wawasan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan daerahnya.
PBTS, sebagai organisasi yang menaungi insan pers di Kabupaten Pasaman, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Sebaliknya, lomba ini diharapkan menjadi titik pijak untuk melahirkan generasi muda yang produktif, berani menyampaikan gagasan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Gagasan penyelenggaraan lomba ini dicetuskan Wakil Ketua PBTS, M. Doni, SH, MH. Ia menilai kegiatan menulis dapat menjadi salah satu sarana membentuk karakter generasi muda agar tumbuh lebih positif, kreatif, dan peduli terhadap Pasaman.
“Insha Allah, ke depannya akan lebih kita galakkan lagi lomba karya tulis seperti ini. Agar generasi muda Pasaman termotivasi untuk melakukan hal positif dan kreatif,” pungkas Doni.
Melalui kegiatan tersebut, PBTS ingin menunjukkan bahwa mewujudkan Pasaman Bangkit tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah dan jajaran birokrasi. Perubahan juga membutuhkan gagasan, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat, termasuk suara kritis para pelajar dari bangku sekolah.
Sebab, masa depan Pasaman tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program pembangunan, tetapi juga melalui keberanian generasi mudanya untuk berpikir, menulis, dan menawarkan perubahan.
(M.A)







