Beritanda.net – Ini bukan sekadar pertandingan Liga 2. Ini pertarungan gengsi dua kekuatan sepak bola Sumatra. Semen Padang FC dan PSPS Pekanbaru akan bentrok dalam Derby Andalas pada pekan ke-4 Grup A Liga 2 Indonesia di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (4/10/2026) malam.
Kabau Sirah datang dengan modal kemenangan atas PSGC. Namun, tantangan kali ini jauh lebih berat. Di seberang lapangan, PSPS hadir dengan kepercayaan diri tinggi dan sebuah ancaman yang sedang panas-panasnya: Antonio “Toninho” Gamaroni.
Empat gol dalam tiga pertandingan. Angka itu cukup untuk membuat pertahanan Semen Padang memasang alarm penuh.
Striker asal Brasil tersebut menjadi mesin gol yang ikut mengantarkan PSPS melaju dengan tren positif. Setiap ruang yang terbuka bisa menjadi peluang. Setiap kesalahan kecil berpotensi berubah menjadi gol.
Igor Cukovic dan barisan pertahanan Kabau Sirah pun mendapat ujian sesungguhnya.
Nilmaizar Tak Mau Terlena
Di atas kertas, Semen Padang memang punya alasan untuk percaya diri. Rekor pertemuan terakhir melawan PSPS berpihak kepada Kabau Sirah.
Namun, pelatih Semen Padang FC Nilmaizar tidak ingin sejarah membuat anak asuhnya kehilangan kewaspadaan.
Baginya, Derby Andalas adalah pertandingan yang membutuhkan konsentrasi penuh sejak menit pertama hingga peluit panjang.
“Kami sudah masuk tahap akhir persiapan. Secara teknikal, taktikal, dan mental, anak-anak sudah sangat siap tempur,” tegas Nilmaizar saat konferensi pers resmi di Bekasi, Sabtu (3/10/2026).
Pernyataan itu menunjukkan satu hal: Semen Padang tahu betul pertandingan ini tidak boleh dimainkan setengah hati.
Nilmaizar bahkan memberikan respek tinggi kepada PSPS yang sedang berada dalam tren positif.
“Ini laga luar biasa, sebuah Derbi Melayu yang sarat gengsi. PSPS datang dengan tren sangat positif. Kami pantang meremehkan dan harus fokus 90 menit penuh jika ingin mengamankan kemenangan,” ujarnya.
Pesannya jelas. Jangan lengah. Jangan terlena. Dan jangan memberi PSPS kesempatan bernapas.
Kabau Sirah Belum Tumbang
Jika berbicara sejarah pertemuan, Semen Padang memiliki keunggulan psikologis.
Lima pertemuan resmi terakhir kedua tim di kompetisi Liga 2 tidak pernah menghasilkan kekalahan bagi Kabau Sirah.
Pada 17 November 2023, Semen Padang bermain imbang 1-1 kontra PSPS Riau.
Sebelumnya, pada 25 September 2023, Kabau Sirah tampil perkasa di Pekanbaru dengan kemenangan 2-0.
Dua laga sebelumnya juga berakhir imbang. PSPS Riau bermain 1-1 kontra Semen Padang pada 29 Agustus 2022 dan kembali bermain seri 1-1 pada 3 November 2021.
Pertemuan 6 Oktober 2021 juga berakhir dengan skor identik, 1-1.
Total lima pertandingan: satu kemenangan Semen Padang dan empat hasil imbang.
Belum terkalahkan.
Catatan itu jelas menjadi modal penting. Tetapi Nilmaizar paham, sepak bola tidak pernah mengenal jaminan kemenangan hanya karena statistik masa lalu.
Satu kesalahan bisa menghapus seluruh catatan positif.
Toninho, Ancaman dari Negeri Samba
Dan kali ini, ancaman terbesar datang dari pemain yang sedang lapar gol.
Antonio “Toninho” Gamaroni.
Empat gol dalam tiga pertandingan membuat bomber Brasil tersebut menjadi salah satu pemain yang paling wajib diawasi.
Ia tidak membutuhkan banyak kesempatan untuk menghukum lawan.
Karena itu, pertarungan di lini belakang akan menjadi salah satu kunci pertandingan.
Igor Cukovic harus memimpin pertahanan Kabau Sirah dengan disiplin tinggi. Komunikasi antarpemain wajib terjaga. Celah sekecil apa pun harus ditutup.
Sebab, menghadapi pemain seperti Toninho, satu detik kehilangan konsentrasi bisa berujung petaka.
PSPS tentu sadar betul dengan kekuatan mereka. Tren positif dan ketajaman Toninho menjadi modal untuk mencoba mematahkan rekor buruk saat berhadapan dengan Semen Padang.
Namun, Kabau Sirah juga tidak datang untuk menyerahkan tiga poin.
Kemenangan atas PSGC telah membuka jalan. Kini, Ikram Al Giffari dan kolega ingin melanjutkan langkah tersebut.
Pertandingan ini pada akhirnya bukan soal siapa yang lebih hebat di atas kertas.
Bukan pula soal siapa yang memiliki sejarah pertemuan lebih bagus. Semua akan ditentukan di lapangan.
Semen Padang punya rekor tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir. PSPS punya tren positif dan predator Brasil yang sedang menggila.
Dua modal berbeda itu akan bertabrakan di Stadion Patriot Candrabhaga.
Bagi Kabau Sirah, kemenangan akan menjadi pesan kuat bahwa perjalanan menuju Liga 1 bukan sekadar slogan.
Bagi PSPS, menaklukkan Semen Padang bisa menjadi momentum besar sekaligus pernyataan bahwa mereka bukan lawan yang boleh diremehkan.
Derby Andalas pun siap meledak. Dan ketika laga dimulai, tidak ada lagi sejarah, statistik, ataupun prediksi. Hanya ada 90 menit untuk menentukan siapa yang berhak tersenyum.
Kabau Sirah atau Askar Bertuah? Malam di Bekasi akan menjawabnya.
(Irman Kuto)






