Beritanda.net – Bukan kemewahan seremoni yang dibawa ke arena pertandingan, melainkan tekad untuk mengharumkan nama daerah. Sebanyak 500 duta olahraga Kota Payakumbuh resmi dilepas untuk bertarung pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026.
Terdiri dari 433 atlet, 63 pelatih, dan 4 ofisial, kontingen Payakumbuh akan berlaga pada 39 cabang olahraga yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Pelepasan kontingen dipimpin langsung Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta di halaman Balai Kota Payakumbuh, Rabu (30/9/2026). Momentum tersebut menjadi titik awal bagi para atlet untuk mengerahkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama Payakumbuh ke panggung olahraga tingkat provinsi.
Di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, semangat kontingen Payakumbuh justru dituntut tetap menyala. Kesederhanaan dalam prosesi pelepasan tidak boleh menjadi ukuran kecilnya perjuangan para atlet di arena pertandingan.
Di hadapan para atlet, pelatih, dan ofisial, Zulmaeta menegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata tentang mengejar medali. Lebih jauh, olahraga merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat, disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kesehatan, disiplin, dan sportivitas. Karena itu, pemerintah terus mendukung pengembangan olahraga di Kota Payakumbuh,” kata Zulmaeta.
Ia pun menitipkan pesan khusus kepada seluruh kontingen agar tidak hanya berjuang untuk kemenangan, tetapi juga menjaga kehormatan daerah selama berada di arena Porprov.
“Jaga nama baik Payakumbuh, jaga kesehatan, dan raih prestasi setinggi-tingginya,” ujarnya.

Menurut Zulmaeta, medali tetap menjadi bagian penting dari perjuangan setiap atlet. Namun, keselamatan dan kesehatan seluruh anggota kontingen harus ditempatkan di atas pencapaian apa pun.
“Medali tentu penting, tetapi lebih penting lagi seluruh atlet kembali dalam keadaan sehat dan membawa semangat olahraga untuk masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap para atlet Payakumbuh tidak berhenti menjadi pejuang di arena pertandingan. Sepulang dari Porprov, mereka diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sebab, kata Zulmaeta, masyarakat yang sehat, bugar, disiplin, dan produktif akan ikut memperkuat fondasi pembangunan sekaligus perekonomian daerah.
Pelepasan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Payakumbuh, Sekretaris Daerah Rida Ananda, sejumlah kepala perangkat daerah, Ketua beserta jajaran Pengurus KONI Kota Payakumbuh, serta para ketua cabang olahraga.
Kini, 500 nama telah dibawa ke satu misi yang sama: bertanding dengan kemampuan terbaik, menjaga sportivitas, dan mengangkat nama Payakumbuh setinggi mungkin di Porprov Sumbar XVI 2026.
(Fathiya)







