Beritanda.net – Panggung demokrasi pelajar bergema di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Solok. Tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2026/2027 tampil dalam debat kandidat, mengadu gagasan, visi, misi, serta program kerja di hadapan warga madrasah.
Debat tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pergantian kepemimpinan OSIM MAN 2 Solok. Mengusung tema “Mewujudkan OSIM MAN 2 Solok yang Aktif, Disiplin, Berkarakter, Kreatif dan Bertanggung Jawab”, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi para siswa.
Bukan sekadar adu kemampuan berbicara, forum tersebut memberi kesempatan kepada para kandidat untuk mengartikulasikan gagasan, menjawab persoalan yang dihadapi siswa, sekaligus menawarkan solusi bagi pengembangan organisasi dan kehidupan madrasah.
Seluruh proses pemilihan dilaksanakan sesuai tahapan yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat madrasah. Tahapan tersebut dimulai dari seleksi administrasi, penyampaian visi dan misi, debat kandidat, hingga nantinya bermuara pada pelaksanaan pemilu raya.
Kegiatan debat dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 2 Solok, Nasrul Hamsyah, S.Ag. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa debat kandidat bukan semata-mata ajang adu retorika, tetapi bagian dari proses pendidikan kepemimpinan bagi peserta didik.
Menurutnya, seorang pemimpin siswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi. Pemimpin juga dituntut memiliki karakter, kedisiplinan, kreativitas, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap seluruh warga madrasah.

Tiga pasangan calon yang mengikuti debat tersebut yakni Paslon 1 Nur Azizah–Ahmad Fakhri Halim, Paslon 2 Nurul Aini Redho–Irfan Nurul Idayat, dan Paslon 3 Zahra Zakia Elyoria–Nurul Aini.
Ketiga paslon kemudian diuji oleh empat panelis dari kalangan pendidik, yakni Helma Endriyanti, S.Pd, Desi Novita, S.Kom, Tessy Oktiamida, M.Pd, dan Ratna Dewi, M.Pd.
Beragam pertanyaan dilontarkan panelis untuk menggali lebih dalam visi, misi, karakter kepemimpinan, hingga program kerja yang ditawarkan masing-masing pasangan calon.
Di hadapan para pemilih, setiap kandidat dituntut mampu memberikan jawaban yang argumentatif sekaligus menawarkan solusi terhadap berbagai dinamika yang dihadapi siswa dan organisasi madrasah.
Bagi para siswa yang akan menentukan pilihan, debat menjadi momentum penting untuk mengenal lebih dekat sosok, gagasan, dan arah kepemimpinan masing-masing kandidat sebelum menentukan pilihan dalam pemilu raya OSIM.
Suasana debat berlangsung tertib, interaktif, dan demokratis. Jalannya acara dipandu oleh Ahmat Aris dan Zaskia Nezi Almira, pengurus OSIM periode 2025/2026.
Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Helma Endriyanti, S.Pd, bersama Pembina OSIM periode 2026/2027, Desi Novita, S.Kom.
Helma mengatakan, debat kandidat memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar penyampaian visi dan misi.
“Debat OSIM ini bukan hanya ajang retorika dalam penyampaian visi dan misi semata, tetapi juga wadah untuk membangun karakter yang berani, tegas, dan responsif terhadap perkembangan pendidikan di madrasah,” ungkap Helma.
Apresiasi juga disampaikan Kepala MAN 2 Solok, Nasrul Hamsyah. Ia mengaku bangga melihat antusiasme warga madrasah dalam mengikuti seluruh rangkaian pesta demokrasi pelajar.
(Irman Kuto/*)







