Beritanda.net – Mimpi bekerja di Negeri Sakura kini tak lagi terasa jauh bagi generasi muda di Kabupaten Solok. Dari Jorong Baringin, Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, hadir Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK) Keikou yang membuka jalan bagi anak-anak muda untuk mempersiapkan diri bekerja secara profesional di Jepang.
Didirikan pada 2026, LPK Keikou hadir dengan fokus utama membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di Jepang, terutama kemampuan berbahasa Jepang serta pemahaman terhadap budaya dan lingkungan kerja di Negeri Sakura.
Saat ini, LPK Keikou dibimbing oleh dua tenaga pengajar profesional. Salah satunya Hilda Sofia, S.Hum., yang memiliki pengalaman langsung sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam proses pembelajaran. Tak hanya mengajarkan bahasa, Hilda juga dapat berbagi pengalaman nyata mengenai kehidupan, budaya, hingga dinamika dunia kerja yang dihadapi pekerja Indonesia selama berada di Jepang.

Pada angkatan saat ini, sebanyak 11 peserta aktif mengikuti pelatihan. Meski baru berdiri pada tahun ini, LPK Keikou telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
Sejumlah peserta bahkan dipastikan akan diberangkatkan ke Jepang tahun ini setelah dinyatakan memenuhi kualifikasi yang ditetapkan pihak pengguna atau user di Jepang.
Bagi pengelola, keberadaan LPK Keikou bukan sekadar menjadi tempat belajar bahasa dan keterampilan. Lembaga ini juga berkomitmen membantu peserta mempersiapkan proses keberangkatan sekaligus membuka akses penyaluran alumni ke sektor pekerjaan formal di Jepang melalui jalur yang terarah.
Hilda Sofia mengatakan, besarnya antusiasme masyarakat menjadi dorongan bagi pengelola untuk mengembangkan LPK Keikou agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Menurutnya, pengalaman yang dimiliki selama bekerja di Jepang ingin ditularkan kepada generasi muda di daerah, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.
“Ke depan, kami menargetkan LPK Keikou ini juga bisa menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dengan begitu, kita bisa menampung dan menyalurkan anak-anak dari jalur pendidikan non-formal, seperti lulusan Paket C, agar mereka tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan dan bekerja ke Jepang melalui sistem yang berkelanjutan,” ujar Hilda Sofia.

Rencana tersebut sekaligus menjadi bagian dari visi jangka panjang LPK Keikou untuk membangun akses pendidikan dan keterampilan yang lebih inklusif.
Dengan adanya jalur pelatihan yang resmi dan terarah, LPK Keikou diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Kabupaten Solok untuk memperoleh pekerjaan, meningkatkan keterampilan, serta memperluas kesempatan menembus pasar kerja internasional.
Lebih dari sekadar keberangkatan ke luar negeri, keberadaan lembaga ini diharapkan mampu menjadi salah satu pintu bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan penguatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Dari sebuah jorong di Nagari Gantung Ciri, mimpi menuju Negeri Sakura kini mulai menemukan jalannya.
(Irman Kuto)







