Baritanda.net – Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 di Kabupaten Solok Selatan memasuki fase krusial. Seiring semakin dekatnya hari pemungutan suara, pemerintah daerah mulai mematangkan kesiapan teknis agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal dan tidak menyisakan persoalan di lapangan.
Ada tiga agenda utama yang kini menjadi perhatian, yakni mengevaluasi tahapan yang telah dilaksanakan Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN), mempersiapkan penetapan serta pengambilan nomor urut calon, dan memastikan seluruh kebutuhan pemungutan suara siap digunakan.
Evaluasi menjadi langkah penting untuk memetakan perkembangan Pilwana di masing-masing nagari. Laporan Ketua P2WN diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tahapan yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang perlu segera ditindaklanjuti.
Tahapan berikutnya dijadwalkan berlangsung Kamis, 24 September 2026 pukul 14.00 WIB. Seluruh P2WN akan melakukan persiapan penetapan dan pengambilan nomor urut calon secara serentak.
Momentum tersebut menjadi salah satu tahapan penting karena setelah nomor urut ditetapkan, proses Pilwana akan semakin dekat dengan hari pemungutan suara.
Masyarakat Solok Selatan dijadwalkan menggunakan hak pilihnya pada 7 Oktober 2026. Karena itu, kesiapan di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) mulai menjadi perhatian, termasuk memastikan petugas yang akan menjalankan proses pemungutan dan penghitungan suara benar-benar memahami tugasnya.
Bimbingan teknis bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjadi bagian penting dari persiapan tersebut. Petugas perlu memahami setiap prosedur agar pelaksanaan pemungutan maupun penghitungan suara dapat berlangsung tertib dan sesuai ketentuan.
Selain kesiapan petugas, kondisi TPS dan aspek keamanan juga menjadi bagian dari pemetaan. Potensi persoalan di lapangan perlu dikenali lebih awal sehingga langkah antisipasi dapat disiapkan sebelum masyarakat datang menggunakan hak pilihnya.
Rangkaian persiapan ini menunjukkan bahwa Pilwana tidak semata-mata ditentukan pada hari pencoblosan. Di baliknya terdapat pekerjaan administratif, kesiapan penyelenggara, penataan TPS hingga pengamanan yang harus berjalan secara beriringan.
Dengan waktu menuju 7 Oktober 2026 yang semakin singkat, koordinasi antarpenyelenggara menjadi semakin penting. Setiap tahapan harus dipastikan berjalan sesuai jadwal, sementara setiap persoalan yang ditemukan dalam evaluasi perlu segera dituntaskan sebelum memasuki tahapan selanjutnya.
Pilwana pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak. Lebih jauh, proses ini juga menyangkut bagaimana seluruh tahapan menuju hari pemungutan suara dipersiapkan secara tertib, transparan dan sesuai ketentuan.
Di Solok Selatan, persiapan kini memasuki fase yang semakin detail. Dari meja penyelenggara hingga TPS, setiap bagian harus dipastikan siap sebelum masyarakat menentukan pilihannya pada 7 Oktober mendatang.
(Irman Kuto)







