Beritanda.net – Gebrakan besar datang dari pelosok Luak. Dari sebuah ruang belajar vokasi, kini lahir fasilitas yang langsung bersentuhan dengan dunia industri. SMKN 1 Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota resmi dikukuhkan sebagai Pos AHASS Teaching Factory (TEFA) ke-31 di Indonesia, hasil kolaborasi PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Main Dealer PT Menara Agung.
Bukan sekadar bengkel praktik sekolah, Pos AHASS TEFA menghadirkan standar layanan bengkel resmi Honda ke lingkungan pendidikan. Di tempat ini, siswa tak hanya belajar dari buku dan mesin latihan, tetapi berhadapan langsung dengan kendaraan konsumen dan menjalankan prosedur pelayanan sesuai standar industri.
Pengukuhan Pos AHASS TEFA SMKN 1 Luak turut disaksikan jajaran pemerintah daerah dan pendidikan, di antaranya Asisten Administrasi Umum Kabupaten Lima Puluh Kota Win Hari Endi, SE, MM, Kabid PSMK Dinas Pendidikan Sumatera Barat Suryanto, S.Pd, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota Antoni, S.Pd, M.Pd.T, serta Kepala Cabdin Wilayah IV Dinas Pendidikan Sumbar Tasman Firdaus, S.Pd.I, M.Pd.

Sekolah tersebut sebelumnya meraih peringkat II SMK Mitra Binaan Astra Honda Terbaik se-Sumatera dalam ajang Festival Vokasi Satu Hati pada Februari 2025. Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti kesiapan SMKN 1 Luak dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Asisten Administrasi Umum Kabupaten Lima Puluh Kota Win Hari Endi mengapresiasi hadirnya fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan Pos AHASS TEFA dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami sangat berharap para alumni terampil dari SMK binaan AHM ini dapat terserap optimal di industri. Ke depan, semoga program hebat ini bisa diperluas untuk memajukan SMK-SMK lain di seluruh wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujar Win Hari Endi.
Siswa Layani Konsumen, Standar Industri Jadi Ruang Belajar
Pos AHASS TEFA SMKN 1 Luak dirancang dengan konsep yang menggabungkan pendidikan dan pelayanan konsumen. Satu sisi menjadi ruang praktik bagi siswa, sementara di sisi lain berfungsi sebagai bengkel resmi yang melayani konsumen Honda.
Fasilitas yang tersedia terdiri dari tiga pit kerja, dengan kapasitas pelayanan hingga 12 unit sepeda motor per hari. Layanan yang diberikan meliputi servis berkala, penggantian oli, hingga penyediaan suku cadang asli Honda Genuine Parts (HGP).
Yang membuatnya berbeda, pelayanan kepada konsumen dilakukan oleh siswa yang telah lulus Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Astra Honda. Dalam pelaksanaannya, para siswa tetap berada di bawah supervisi teknisi ahli dari AHASS Purnama Motor.
Dengan pola tersebut, siswa mendapatkan pengalaman yang tidak sekadar simulasi. Mereka belajar berhadapan dengan kendaraan pelanggan, memahami kebutuhan konsumen, menerapkan prosedur servis, sekaligus membangun etika dan standar pelayanan yang berlaku di industri.
Vocational Manager PT AHM, Gunardi, mengatakan Pos AHASS TEFA menjadi salah satu jembatan bagi siswa untuk mengenal dunia kerja secara lebih dekat.
“Melalui Pos AHASS TEFA, siswa tidak hanya dapat pengalaman praktik yang nyata, tetapi belajar menerapkan standar pelayanan industri secara langsung. Kami berharap fasilitas ini meningkatkan kesiapan mereka masuk dunia kerja profesional dan mendukung kemajuan daerah,” kata Gunardi.
Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda yang telah dijalankan AHM sejak 2010.
Kini, batas antara ruang kelas dan dunia kerja di SMKN 1 Luak semakin tipis. Siswa tidak lagi sekadar belajar bagaimana membongkar dan memasang mesin, tetapi juga belajar melayani pelanggan dengan standar industri.
Dari Luak, pendidikan vokasi mencoba membuktikan satu hal, bahwa sekolah kejuruan bukan sekadar tempat mencetak lulusan, tetapi tempat menempa tenaga kerja yang sejak bangku sekolah sudah akrab dengan dunia industri.
(Fathiya)







