Beritanda.net – Jarak boleh membentang antara Tanah Datar dan Batam, tetapi ikatan ranah dan rantau tak pernah benar-benar berjarak. Kepedulian para perantau terhadap kampung halaman terus mengalir, terutama ketika masyarakat Tanah Datar menghadapi musibah dan membutuhkan uluran tangan.
Hal itu mendapat apresiasi dari Bupati Tanah Datar Eka Putra saat bersilaturahmi sekaligus berdiskusi bersama Ketua Umum Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Batam H. Arlon Veristo, Sekretaris Umum Aditya Gucci, serta jajaran pengurus IKTD Kota Batam, Jumat (4/9/2026), di Baba Restaurant, Batam City.
Pertemuan yang turut dihadiri Asisten dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tersebut menjadi momentum mempererat hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat Tanah Datar yang berada di perantauan.
Bupati Eka Putra menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kepedulian serta kontribusi IKTD Kota Batam selama ini dalam mendukung pembangunan dan membantu masyarakat di kampung halaman.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Tanah Datar, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada saudara-saudara kita yang berada di bawah naungan IKTD Kota Batam. Selama ini telah banyak partisipasi dan bantuan yang diberikan untuk pembangunan daerah, terutama ketika masyarakat kita tertimpa musibah,” ujar Eka.
Menurutnya, dukungan masyarakat rantau memiliki arti yang sangat penting bagi warga Tanah Datar, khususnya dalam situasi darurat ketika masyarakat membutuhkan kepedulian dan kebersamaan.
“Jujur saja, bantuan yang diberikan oleh saudara-saudara kami dari sini sangat membantu meringankan beban warga yang sedang mengalami musibah. Kepedulian seperti ini merupakan bentuk nyata hubungan yang kuat antara ranah dan rantau,” katanya.

Eka Putra menegaskan, hubungan antara masyarakat di kampung halaman dan para perantau perlu terus dirawat dan diperkuat. Ikatan tersebut, menurutnya, tidak semata hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui komunikasi, pertukaran informasi dan kolaborasi dalam mendorong pembangunan daerah.
Ia menilai, keberadaan perantau merupakan salah satu kekuatan besar yang dimiliki Kabupaten Tanah Datar. Kontribusi mereka selama ini telah dirasakan masyarakat di berbagai nagari, baik dalam bentuk dukungan sosial, pembangunan maupun kegiatan kemasyarakatan.
“Peran perantau tentu sangat besar dalam mendukung berbagai pembangunan. Selama ini sudah banyak bantuan yang diberikan untuk nagari. Tidak hanya dari IKTD Kota Batam, tetapi juga dari perantau Tanah Datar yang tersebar di berbagai daerah, bahkan di seluruh dunia,” ungkapnya.
Karena itu, Bupati Eka Putra berharap silaturahmi dan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat rantau terus terjaga. Ia juga mendoakan para perantau Tanah Datar di Kota Batam senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam usaha serta keberkahan rezeki.
“Saya mendoakan semoga saudara-saudara kita yang ada di sini selalu diberikan kesehatan, dilancarkan segala usahanya dan dilimpahkan rezekinya oleh Allah SWT,” tutur Eka.
Sementara itu, Ketua Umum IKTD Kota Batam H. Arlon Veristo menyampaikan terima kasih kepada Bupati Eka Putra beserta jajaran yang telah memenuhi undangan dan meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar IKTD Kota Batam.
Menurut Arlon, kehadiran Bupati bersama rombongan menjadi kehormatan tersendiri bagi masyarakat Tanah Datar di perantauan.
“Alhamdulillah, Pak Bupati bisa hadir memenuhi undangan kami. Ini merupakan sebuah kehormatan luar biasa bagi kami. Kehadiran Bapak dan rombongan juga menjadi penawar kerinduan kami terhadap kampung halaman,” ujarnya.
Arlon menegaskan, hubungan ranah dan rantau akan terus dijaga dan diperkuat. IKTD Kota Batam bersama seluruh pengurus dan anggotanya, kata dia, berkomitmen untuk terus berkontribusi sesuai kemampuan dalam mendukung kemajuan Tanah Datar.
“Kami siap membantu pembangunan daerah dan terus memberikan dukungan untuk kemajuan kampung halaman,” tegasnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan masyarakat rantau untuk bertukar informasi mengenai perkembangan serta kebutuhan pembangunan di Kabupaten Tanah Datar.
Di tengah kesibukan dan jauhnya jarak, perhatian para perantau menjadi pengingat bahwa kampung halaman tetap memiliki tempat istimewa. Sebab bagi masyarakat Tanah Datar, rantau bukanlah tentang meninggalkan ranah, melainkan tentang bagaimana tetap pulang melalui kepedulian dan karya.
(Irfan)







