Beritanda net – Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur sumber daya air.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Banyumas akan menerima alokasi anggaran sekitar Rp219 miliar pada 2026.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk 100 kegiatan pengelolaan sumber daya air yang difokuskan pada peningkatan layanan irigasi dan penguatan sektor pertanian.
Program yang dilaksanakan meliputi pembangunan tujuh embung, rehabilitasi 25 jaringan irigasi saluran primer dan sekunder, rehabilitasi enam jaringan irigasi saluran tersier, serta pembangunan 14 jaringan irigasi air tanah (JIAT) melalui sumur dalam.
Selain itu, melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), pemerintah juga akan merehabilitasi 48 jaringan irigasi tersier di berbagai wilayah Kabupaten Banyumas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pengelolaan sumber daya air di Banyumas.
“Kementerian PU tahun 2026 melalui BBWS Serayu Opak telah mengintervensi pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Banyumas pada 100 kegiatan dengan nilai sekitar Rp219 miliar,” ujarnya, Kamis (2/7).
Nilai bantuan tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025.
Pada tahun sebelumnya, Kementerian PU melalui BBWS Serayu Opak mengalokasikan sekitar Rp133 miliar untuk 167 kegiatan di Banyumas.
Program tersebut meliputi pembangunan empat embung dan satu kolam retensi, rehabilitasi enam jaringan irigasi primer dan sekunder, rehabilitasi 18 jaringan irigasi tersier, pembangunan tiga jaringan irigasi air tanah (JIAT), serta pelaksanaan Program P3-TGAI.
Kresnawan menjelaskan, peningkatan dukungan anggaran ini diharapkan semakin memperkuat sistem irigasi, meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Banyumas.
Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga terus berupaya membuka berbagai peluang pendanaan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
“Dengan kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran saat ini, instruksi dari Pak Bupati agar seluruh OPD mampu lebih kreatif mencari berbagai skema bantuan pendanaan, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Banyumas bersama jajaran Pemerintah Kabupaten terus mengintensifkan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS Serayu Opak, hingga DPR RI agar berbagai usulan pembangunan infrastruktur di Banyumas dapat memperoleh dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
(TS)







